JAKARTA — Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono dikenal memiliki keahlian tinggi di bidang intelejen dan keamanan (Intelkam). Banyak potensi konflik yang berhasil dicegah sebelum konflik terjadi.
Itulah yang membuat Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono dikenal sebagai ahli cegah konflik. Salah satu contoh terbaru, potensi konflik besar berhasil dieliminir dalam laga El Clasico Persija vs Persib, 12 September 2026.
Alhasil laga Persija vs Persib dengan sejumlah terobosan di bidang intelkam, berlangsung aman dan tertib. Ini sebuah catatan prestasi besar mengingat laga Persija vs Persib kembali dilangsungkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk pertama kali dalam 7 tahun terakhir.
Demikian juga potensi kerusuhan bisa muncul dari sejumlah aksi unjuk rasa penyampaian pendapat di sejumlah tempat di Jakarta. Berkat penanganan yang jeli, termasuk menerjunkan Polwan, aksi penyampaian pendapat berlangsung tertib dan aman.
Irjen Pol Dekananto melihat potensi besar Polwan untuk meredam konflik. Dan untuk mengasah kemampuan Polwan, Irjen Dekananto membuka langsung Pelatihan Peningkatan Kompetensi Operasional Polwan Polda Metro Jaya dan jajaran di Stadion Presisi Polda Metro Jaya, Selasa (22/9/2026).
Irjen Pol. Dekananto mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari peningkatan kemampuan Polwan dalam menghadapi perkembangan situasi dan tantangan tugas kepolisian di lapangan.
“Pelatihan ini merupakan investasi untuk meningkatkan kemampuan Polwan. Dunia terus berkembang, begitu juga dengan tantangan tugas kepolisian. Karena itu, kemampuan harus terus diasah agar pelaksanaan tugas semakin baik,” kata Irjen Dekananto yang sebelumnya menjabat Dirintelkam Polda Jatim, Dirintelkam Polda Metro Jaya, dan Direktur Politik Baintelkam Polri.
Irjen Dekananto merinci pelatihan Polwan kali ini mencakup kemampuan negosiasi, komunikasi persuasif, bela diri, tindakan kepolisian, serta keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pelatihan diikuti personel Polwan Polda Metro Jaya dan jajaran melalui penyampaian materi, simulasi, praktik, serta tanya jawab.
“Kemampuan negosiasi dipersiapkan tidak hanya untuk pengamanan unjuk rasa, tetapi juga dalam menghadapi konflik di tengah masyarakat melalui pendekatan komunikasi yang persuasif dan humanis,” jelas Irjen Dekananto.
Dirres PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo gembira pelatihan negosiasi untuk Polwan Polda Metro Jaya. Dia yakin makin terasahnya kemampuan negosiasi Polwan, akan mendukung pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, termasuk perempuan, anak, dan kelompok rentan.
“Polwan diharapkan memiliki kemampuan yang tangguh secara fisik dan mental, mampu berkomunikasi secara persuasif, cepat mengambil keputusan, serta tetap humanis dalam setiap tindakan kepolisian,” kata Kombes Rita.
Sementara itu Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, peningkatan kemampuan tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan Polwan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kompetensi yang terus diasah menjadi bekal penting agar personel mampu menghadapi berbagai situasi di lapangan dengan profesional, komunikatif, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” kata Kombes Budi Hermanto.