JAKARTA – Entah apa jadinya nasib tiga balita yang terkunci dan kelaparan di dalam sebuah mobil di area parkir Polda Metro Jaya jika bukan karena kesigapan dan kejelian aparat kepolisian yang dengan cepat melakukan evakuasi.
Tiga anak di bawah lima tahun (balita) yang dibiarkan tanpa pengawasan dan kelaparan di dalam mobil yang terparkir di area Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya berhasil diselamatkan berkat kesigapan polisi pada Jumat (18/9/2026). Entah apa yang terjadi terhadap tiga balita ini jika polisi tidak jeli dan bertindak cepat.
Di tengah hiruk-pikuk area parkir, keberadaan mobil Toyota Rush hitam bernomor polisi B 2964 KIV perlahan menyita perhatian petugas piket Samsat Jakarta Selatan (Jaksel). Rasa curiga para petugas kepolisian tersebut menuntun mereka pada temuan yang memprihatinkan. Ada dua anak perempuan dan satu anak laki-laki yang diperkirakan baru berusia 3 hingga 5 tahun, terkurung di dalam kendaraan tersebut.
Ketiga anak tak berdosa itu ditemukan dalam kondisi yang memilukan tanpa didampingi orang dewasa. Tanpa membuang waktu, polisi segera mengambil tindakan darurat untuk mengevakuasi mereka ke tempat yang aman.
“Saat ditemukan, kondisi anak-anak tersebut sedang kelaparan,” ujar Anggota Piket Samsat Jaksel Aipda Bambang.
Para petugas dengan sigap mengambil peran pengayom masyarakat. Ketiga balita itu langsung dibawa ke ruang Tata Usaha (TU) Samsat untuk diberikan asupan makanan, minuman, dan perawatan sementara. Di saat bersamaan, polisi langsung menelusuri identitas dengan memeriksa isi mobil. Petugas menemukan tas wanita, buku catatan, serta kartu nama salah satu bank pemerintah atas nama Marthina Purba, SH, yang dijadikan sebagai petunjuk awal penyelidikan.
Upaya pelacakan kepolisian pada mulanya sempat menemui jalan buntu, karena nomor rangka dan mesin kendaraan menunjukkan status tidak terdaftar, ditambah lagi anak-anak tersebut belum bisa dimintai keterangan secara jelas. Meskipun situasi tersebut sempat memicu kekhawatiran, kerja keras petugas akhirnya membuahkan hasil.
Kanit Samsat Jakarta Selatan AKP Selfi Meidiyanti mengatakan orangtua dari ketiga balita itu akhirnya datang ke lokasi untuk menjemput anak-anak mereka. Sang orangtua berdalih terpaksa meninggalkan buah hatinya di dalam mobil karena sedang mengurus keperluan mendesak di area Polda Metro Jaya, namun bukan di lingkungan Ditlantas.
Peristiwa ini bukan hanya menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar tidak lalai mengawasi anak, tetapi juga menjadi catatan emas bagi institusi Polri yang dengan cepat, presisi, dan penuh empati berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa. (*)