Bareskrim Gulung Jaringan ‘Becak Laut’ Sabu dari Malaysia di Bengkalis

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Bareskrim Gulung Jaringan ‘Becak Laut’ Sabu dari Malaysia di Bengkalis
Bareskrim Polri menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu asal Malaysia di Bengkalis, Riau, serta menangkap kurir laut dan darat. (Foto: Istimewa)

RIAU – Tim Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis membongkar sindikat ‘becak laut’ penyuplai narkotika asal Malaysia dan menyita 28,35 kilogram sabu senilai Rp51 miliar di Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (17/9/2026).

Petugas menyergap dua tersangka dalam operasi lintas wilayah tersebut, yakni Rahmat Wahyudi (29) yang berprofesi sebagai pegawai honorer dan Hanizam (30) seorang nelayan lokal. Kedua pelaku membagi peran secara taktis sebagai kurir darat dan kurir laut yang menjemput langsung barang haram tersebut dari perbatasan perairan internasional.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengatakan penindakan ini berhasil menyelamatkan lebih dari 141 ribu jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika.

“Kami menindak tegas setiap jalur masuk narkotika internasional yang memanfaatkan perairan terluar Indonesia. Sinergi Bareskrim Polri dan Bea Cukai ini membuktikan komitmen kami dalam memutus rantai edar jaringan lintas negara,” tegas Eko di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Pengungkapan berawal saat tim penyelidik pimpinan Kombes Pol. Handik Zusen dan Kompol Tohar mengendus pergerakan transaksi narkoba di wilayah Bengkalis sejak Senin (14/9/2026).

Petugas yang membuntuti gerak-gerik Rahmat Wahyudi sempat terlibat aksi kejar-kejaran saat tersangka melarikan diri ke dalam hutan. Namun, polisi akhirnya berhasil meringkus pelaku beserta dua kantong plastik merah berisi 25 bungkus sabu di keranjang sepeda motornya.

Hasil interogasi mengungkapkan fakta bahwa Rahmat nekat mengangkut sabu bernilai puluhan miliar tersebut menuju Pekanbaru demi upah Rp2,5 juta dari seorang pengendali bernama Dayat.

Di sisi lain, tersangka Hanizam berperan sebagai ‘becak laut’ yang menembus perairan perbatasan Malaysia menggunakan kapal cepat (speedboat) bersama buronan berinisial Etos untuk menyelundupkan barang haram tersebut ke pesisir Bengkalis pada dini hari.

Tim Bareskrim Polri memboyong kedua tersangka beserta barang bukti ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan laboratorium forensik, sekaligus melancarkan pemburuan intensif terhadap dua pengendali utama jaringan yang kini masuk dalam daftar pencarian orang. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.