JAKARTA – Tim Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) bergerak cepat membongkar kasus penculikan dan pengeroyokan yang menewaskan pria berinisial EY (28) di Kebon Bawang, Tanjung Priok. Kerja keras jajaran kepolisian ini terbukti efektif setelah personel di lapangan berhasil mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang sempat bersembunyi.
Apresiasi layak diberikan kepada jajaran Polres Metro Jakut yang tanggap merespons laporan warga dan mengolah informasi digital secara presisi. Polisi langsung bertindak maraton sejak menerima laporan masyarakat pada 21 September 2026. Penelusuran rekam jejak digital serta keterangan saksi mata menjadi kunci keberhasilan polisi membekuk tiga dari enam tersangka penyekapan tersebut.
Tiga tersangka berinisial YG, RA, dan JAT kini bertekuk lutut di markas kepolisian untuk mengertanggungjawabkan perbuatan mereka. Polisi mendapati para pelaku menjemput korban dari kediamannya, lalu menyekap dan menganiaya korban di dua lokasi berbeda. Ketegasan polisi memburu para pelaku membuahkan hasil dalam waktu yang relatif singkat.
Penyelidikan membuktikan ketelitian penyidik dalam mengurai kronologi peristiwa kekerasan tersebut. Korban sempat mengalami pendarahan otak akibat pukulan benda tumpul sebelum akhirnya ditinggalkan para pelaku di kawasan Jalan Ampera. Petugas medis sempat merawat EY selama tiga hari di rumah sakit sebelum korban mengembuskan napas terakhir.
Atas kerja keras dan dedikasi jajaran kepolisian, aksi keji yang dipicu perselisihan gadai sepeda motor bernilai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta ini berhasil dibongkar secara terang benderang. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat sangkaan terhadap para pelaku.
“Tiga tersangka yang telah diamankan yakni YG, RA, dan JAT. Seorang pelaku diduga sebagai pelaku utama,” kata Wakapolres Metro Jakut AKBP Rohman Yonky Dilatha di Jakarta, Rabu (30/09/2026).
Langkah penegakan hukum ini menegaskan komitmen Polres Metro Jakut dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan keadilan bagi keluarga korban. Penyidik saat ini terus bekerja secara intensif di lapangan untuk mengejar sisa pelaku lain yang diduga ikut terlibat.
“Hasil visum, korban mengalami pendarahan di otak akibat pukulan benda tumpul,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakut AKBP Awaludin Kanur saat menjelaskan bukti medis kejahatan para tersangka. (*)