SOLOK – Pengurus Daerah Bhayangkari Sumatera Barat (Sumbar) rela menyusuri material lumpur demi menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak banjir bandang di Solok. Kegiatan sosial untuk memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 ini menghadirkan dorongan moral bagi pemulihan masyarakat yang tengah berduka.
Ketua Bhayangkari Daerah Sumbar Ny. Sari Djati memimpin rombongan menyusuri area bencana yang masih diselimuti endapan lumpur tebal, potongan kayu, dan sisa reruntuhan. Kehadiran para pengurus di tengah kondisi medan yang berat ini tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga memberikan dekapan hangat serta motivasi bagi keluarga dan anak-anak korban banjir.
Interaksi langsung yang terjalin hangat di lapangan membuktikan betapa besarnya arti kepedulian dan empati dalam mengembalikan semangat warga pascabencana. Pendekatan humanis Bhayangkari Sumbar menegaskan kehadiran fisik di tengah penderitaan warga jauh lebih bermakna daripada sekadar penyerahan bantuan secara formal.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan aksi turun ke lapangan ini memicu kembali semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Kegiatan Bhayangkari Peduli ini merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran keluarga besar Polri di tengah masyarakat. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat memberikan manfaat serta sedikit meringankan beban warga yang terdampak banjir bandang,” ujar Susmelawati Rosya.
Susmelawati menambahkan, solidaritas dan gotong-royong menjadi kunci agar warga yang tertimpa musibah tidak merasa berjuang sendirian.
“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong-royong. Masyarakat tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini, karena kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak akan sangat berarti dalam proses pemulihan,” tambahnya.
Komitmen yang ditunjukkan Pengurus Daerah Bhayangkari Sumbar sepanjang kegiatan ini menegaskan dedikasi mereka dalam mengabdi kepada masyarakat. Peringatan HKGB ke-74 pun menjadi momentum penting yang membuktikan bahwa aksi nyata dan kepedulian mendalam mampu menyalakan kembali harapan di tengah duka bencana. (*)