Detik-detik Dramatis Penggerebekan Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Detik-detik Dramatis Penggerebekan Sarang Narkoba di Percut Sei Tuan
Petugas gabungan mengepung sarang narkoba di bantaran sungai Dusun 12, Desa Pasar Belakang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (11/10/2026). (Foto: 110News/010)

DELI SERDANG, 110 News – Kepanikan pecah di bantaran sungai Dusun 12, Desa Pasar Belakang, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, saat ratusan aparat gabungan mengepung kawasan rawan yang selama ini menjadi pusat transaksi dan pesta narkoba pada Minggu (11/10/2026).

Siang bolong tepat pukul 13.00 WIB, sebanyak 500 personel gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Polda Sumatera Utara, BNNP Sumut, hingga Satpol PP mengepung lokasi dari berbagai titik akses.

Polisi mengumpulkan para tersangka dan barang bukti usai penggerebekan barlangsung.

Penyerbuan mendadak di area bantaran sungai yang mengalir menuju laut tersebut membuat puluhan pengedar dan pengguna barang haram berhamburan. Mereka berlari tunggang-langgang menembus semak belukar, bersembunyi di dalam rumah warga, hingga nekat menceburkan diri ke dalam aliran sungai demi menghindari tangkapan petugas.

Letusan tembakan peringatan membahana berkali-kali di udara untuk menghentikan langkah para pelaku yang terus mencoba kabur. Petugas menyisir puluhan rumah yang disinyalir milik bandar maupun lokasi terselubung pesta narkoba.

Polisi menangkap salah satu pemakai narkoba yang bersembunui di semak belukar.

Di tengah riuh penindakan, tangis histeris keluarga pecah saat anggota keluarga mereka diseret keluar oleh aparat. Untuk memastikan lokasi tersebut tidak kembali digunakan, petugas membakar sedikitnya delapan barak kayu yang biasa menjadi sarang transaksi hingga merata dengan tanah.

Di area terbuka tempat para pelaku dikumpulkan dengan kondisi tangan terikat, Nur Ainun (33) duduk tertunduk lesu. Ibu satu anak ini mengusap air matanya saat mengantre pemeriksaan tes urine oleh tim BNNP Sumut di tempat kejadian.

Nur Ainun (33), ibu beranak satu yang tertangkap dalam operasi penggerebekan narkoba.

“Saya pakai sabu sama inex. Baru empat bulan ini pakai,” tutur Nur Ainun dengan nada suara bergetar.

Dia menyimpan penderitaan mendalam, karena sang suami sudah lebih dulu ditangkap dan mendekam di sel tahanan Polda Sumut sejak empat bulan lalu dalam kasus narkotika.

Dirtipidnarkoba Polda Sumut Kombes Pol. Andy Arisandi mengatakan operasi penindakan ini dilakukan secara menyeluruh guna membersihkan kawasan bantaran sungai Kampung Bahari dari jaringan pengedar hingga penyuplai utama.

Petugas gabungan langsung memilah warga yang terjaring melalui tes urine di lokasi. Warga dengan hasil tes negatif langsung dikembalikan kepada keluarga. Sementara yang terbukti positif diarahkan untuk menjalani proses rehabilitasi.

“Kami melakukan penggeledahan ke dalam rumah-rumah yang diduga menjadi tempat penyedia atau penyuplai narkoba. Sebanyak delapan barak peredaran narkoba langsung kami musnahkan dan bakar sore hari ini,” kata Andy.

Dirtipidnarkoba Polda Sumut Kombes Pol. Andy Arisandi.

Selain tindakan tegas, petugas juga meluncurkan sistem pelaporan barcode hotline anonim yang ditempel di rumah-rumah warga dan fasilitas umum. Fasilitas ini dibuat agar masyarakat, pemuda, hingga kelompok peduli lingkungan dapat melaporkan aktivitas peredaran narkoba secara aman tanpa perlu khawatir identitasnya diketahui.

Langkah pemasangan stiker barcode hotline tersebut menjadi jawaban atas rasa cemas yang selama ini membelenggu warga. Meski sempat dicekam ketakutan akan ancaman keselamatan jiwa dari para bandar, warga menyambut gembira tindakan tegas aparat dan berharap operasi serupa rutin digelar secara berkala.

Muhammad Dahrul Yusuf, tokoh masyarakat Desa Percut.

Apresiasi tinggi mengalir dari Muhammad Dahrul Yusuf, tokoh masyarakat setempat yang hadir menyaksikan langsung jalannya penertiban di wilayah Desa Percut. Dahrul menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI dan Polri, sembari menitipkan harapan agar warga yang terjerat sebagai pengguna mendapatkan pemulihan yang tepat.

“Kami mewakili warga Desa Percut dan seluruh perangkat desa menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Kapolri dan jajaran atas penegakan hukum terhadap narkoba dan perjudian di wilayah kami. Kami memohon agar warga yang positif dapat direhabilitasi sampai sembuh, karena mereka adalah korban yang perlu dipulihkan sebelum kembali ke masyarakat,” kata Dahrul.

Dukungan serupa ditegaskan oleh Kepala Desa Percut Azhari Syah. Dia menyatakan siap berdiri bersama kepolisian untuk menutup rapat ruang gerak para bandar yang merusak generasi muda di wilayah mereka.

Kepala Desa Percut Azhari Syah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan TNI dan Polri atas penindakan ini. Kami mengimbau kepada para pelaku untuk menghentikan seluruh aktivitas jual-beli narkoba di desa ini. Keberadaan sistem pengaduan berbasis barcode sangat membantu kami dalam meningkatkan pengawasan. Kami berharap penindakan ini terus dilakukan secara berkesinambungan dan tidak berhenti sampai di sini,” tegasnya.

Kepulan asap dari barak-barak terlarang yang dibakar menjadi simbol perlawanan bersama terhadap kejahatan narkotika, sekaligus pembuka harapan baru bagi warga Pasar Belakang untuk hidup tenteram tanpa cengkeraman rasa takut. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.