JAKARTA – Di bawah terik matahari yang menyengat kawasan Senayan, suara orator berkumandang dari atas mobil komando di depan Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Gelombang massa yang memadati jalanan datang dengan semangat menyuarakan aspirasi. Sementara barisan pengamanan berjaga dengan cermat.
Namun, suasana tegang yang kerap mewarnai aksi penyampaian pendapat mendadak mencair ketika sejumlah personel Polisi Wanita (Polwan) berjalan menghampiri kerumunan tanpa tameng, membawa bungkusan makanan dan air minum di tangan mereka.
Para Polwan menyapa para peserta aksi dengan senyuman hangat, lalu menyerahkan konsumsi secara langsung ke tangan-tangan yang lelah setelah berjam-jam berdiri. Sentuhan kecil di sela tugas pengamanan ini menjadi cermin dari pendekatan pelayanan yang mengutamakan rasa kemanusiaan dan empati di lapangan.
Langkah ini menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya berfokus pada penjagaan ketertiban, tetapi juga pada pembangunan jembatan komunikasi yang humanis dengan warga.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan, kehadiran para personel di tengah massa aksi bertujuan menciptakan suasana yang lebih teduh dan merangkul.
“Di sela pelayanan, personel juga membagikan konsumsi kepada peserta aksi. Ini merupakan bentuk perhatian sederhana sekaligus upaya membangun komunikasi yang baik agar kegiatan dapat berlangsung tertib dan nyaman,” ujar Reynold.
Upaya menciptakan ruang penyampaian pendapat yang kondusif ini senantiasa berpijak pada penghormatan terhadap hak-hak sipil warga negara.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan jajarannya di lapangan selalu mengedepankan sikap profesionalitas dan kesantunan dalam mengawal setiap aspirasi masyarakat.
“Kami berharap seluruh aspirasi dapat disampaikan secara damai dan tertib. Mari saling menghormati dan bersama-sama menjaga situasi agar kegiatan masyarakat lainnya tetap berjalan dengan baik,” ujar Budi.
Melalui komunikasi yang intensif antara polisi dan koordinator lapangan, aksi demonstrasi yang berlangsung di pusat ibu kota ini berjalan secara tenteram.
Pembagian makanan sederhana tersebut pada akhirnya menyisakan cerita hangat bahwa di balik tugas pengawalan hukum yang tegas, selalu ada ruang untuk saling peduli dan menghargai sesama. (*)