Irjen Pol. (Purn) Apriastini Bangkitkan Sejarah dan Wajah Humanis Polwan di Bukittinggi

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Irjen Pol. (Purn) Apriastini Bangkitkan Sejarah dan Wajah Humanis Polwan di Bukittinggi
Mengedepankan pandangan inspiratif Irjen. Pol. (Purn.) Apriastini Bakti Bugiansri (tengah) yang memaknai ajang Police Women Run IV 2026 di Bukittinggi sebagai napak tilas sejarah dan wujud kedekatan humanis Polwan dengan masyarakat. (Foto: 110NEWS/010)

BUKITTINGI – Mantan Kepala Pusat Sejarah Polri yang sarat pengalaman, Irjen. Pol. (Purn.) Apriastini Bakti Bugiansri, memberikan pandangan inspiratif mengenai perhelatan Police Women Run IV 2026 di Kota Bukittinggi. Jenderal purnawirawan bintang dua ini mengatakan ajang tersebut bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan napak tilas perjalanan sejarah dan wujud kepolisian dalam membangun kedekatan humanis dengan masyarakat.

Guyuran hujan pada Minggu pagi, 27 September 2026, sama sekali tidak menyurutkan langkah lebih dari 3.400 pelari dari berbagai penjuru Nusantara yang memadati kawasan Stasiun Lambuang. Polda Sumbar bersama Polresta Bukittinggi menyelenggarakan ajang berskala nasional ini guna memperingati Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia.

Melihat antusiasme ribuan pelari yang membelah rute di Kota Bukittinggi, Apriastini menilai acara ini memiliki makna sosiologis dan historis. Sosok kelahiran 1 April 1964 ini memiliki rekam jejak pengabdian yang luar biasa dalam mengawal sumber daya manusia dan sejarah kepolisian.

Lulusan Sepolwan 1984 dan Secapa 1993 tersebut pernah mengemban sederet amanah penting, mulai dari Ajudan Istri Presiden RI pada 2004, Kabag Gassus SSDM Polri pada 2014, Kayanma Polri pada 2018, Kapusjarah Polri pada 2020, hingga puncaknya menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri pada 2022.

“Police Women Run IV-2026 di Kota Bukittinggi juga menjadi momentum bagi kita untuk kembali melakukan napak tilas sejarah lahirnya Polisi Wanita di Indonesia,” ungkap Apriastini memberikan apresiasi terhadap acara tersebut.

Bukittinggi memegang tempat yang penting dalam linimasa kepolisian. Di kota inilah, para perempuan kali pertama mendapat ruang mengabdi dan menjalankan tugas kemasyarakatan sebagai bagian dari institusi kepolisian. Mengingat hal itu, Apriastini memandang langkah para peserta yang berlari melintasi rute kota sebagai sebuah penghormatan terhadap perjuangan masa lalu.

“Karena itu, ketika hari ini Polwan dan masyarakat berlari bersama di Kota Bukittinggi, sesungguhnya kita tidak hanya menempuh sebuah rute, tetapi juga kembali mengingat perjalanan panjang, perjuangan dan semangat para pionir Polwan yang telah membuka jalan bagi generasi Polwan hingga saat ini,” tutur tokoh yang akrab disapa Apri ini.

Pergeseran ikon acara dari Jam Gadang menuju Monumen Polwan pada pelaksanaan tahun ini sejalan dengan visi sejarah yang digaungkan oleh Apriastini.

Ketua Panitia PWR IV 2026 sekaligus Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol. Anissullah M. Ridha, merancang perhelatan ini dengan memadukan unsur olahraga, budaya, pelestarian lingkungan, dan sejarah kebanggaan lokal.

Pendekatan budaya dan sejarah ini terbukti efektif mencairkan batas antara aparat dan sipil.

Apriastini menyoroti pentingnya interaksi positif ini untuk memupuk kepercayaan publik terhadap institusi. “Yang tidak kalah penting, kegiatan seperti ini menjadi salah satu ruang untuk membangun kepercayaan. Trust tidak hanya dibangun ketika Polri melaksanakan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi, interaksi positif dan kebersamaan dengan masyarakat,” tegas Apriastini.

Dia menambahkan, kegiatan ini memberi kesempatan berharga bagi masyarakat untuk memandang Polwan dari sisi yang lebih dekat. Di balik seragam kebesaran kepolisian, Polwan merupakan bagian integral dari tatanan masyarakat yang menaruh kepedulian tinggi terhadap penciptaan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman. Interaksi langsung tanpa sekat ini menyuntikkan energi positif bagi jajaran Polwan untuk terus memperkuat dedikasi mereka.

Perhelatan yang memfasilitasi pelari kategori 5K dan 10K dari berbagai kalangan ini pada akhirnya sukses menghadirkan kebangkitan ekonomi daerah, terlihat dari ratusan tenant kuliner lokal yang mendulang rezeki dari para atlet dan pengunjung.

Mengakhiri pandangannya yang penuh keteladanan, Apriastini menitipkan pesan tentang esensi perayaan ini bagi masa depan kepolisian.

“Polwan hadir bukan hanya untuk masyarakat, tetapi bersama masyarakat. Karena lari boleh cepat, tetapi kebersamaan jangan sampai tertinggal,” pungkasnya. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.