Kerja Bagus Anjing Pelacak K9 Polda Sumbar di Balik Penemuan Korban Banjir Bandang Solok

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Kerja Bagus Anjing Pelacak K9 Polda Sumbar di Balik Penemuan Korban Banjir Bandang Solok
Ketajaman hidung anjing pelacak K9 Polda Sumatera Barat membuahkan hasil untuk membantu kerja keras personel gabungan dalam menemukan korban banjir bandang di Kabupaten Solok. Foto: doc. Polri

SOLOK – Ketajaman hidung anjing pelacak K9 Polda Sumatera Barat membuahkan hasil untuk membantu kerja keras personel gabungan dalam menemukan korban banjir bandang di Kabupaten Solok.

Tim Unit Polsatwa Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumbar sejak Kamis (24/9/2026 menerjunkan 2 anjing pelacak atau K9 berspesifikasi SAR di kawasan terdampak air bah di Kabupaten Solok.

Pada Jumat (25/9/29/2026) anjing pelacak K9 Polda Sumatera Barat tersebut berhasil menemukan titik terang dengan mengendus barang-barang pribadi milik Agusral (59), seorang warga Kayu Aro yang hilang terseret material galodo.

Penemuan dompet beserta identitas di belakang Kantor BKPSDM Kompleks Perkantoran Bupati Solok tersebut langsung menjadi petunjuk krusial bagi petugas untuk mengendalikan fokus pencarian.

Keberhasilan lapangan ini lahir dari perpaduan teknologi canggih, keahlian satwa terlatih, dan pendekatan yang mengutamakan rasa kemanusiaan.

Di tengah medan yang dipenuhi lumpur dan puing material, kepolisian tidak hanya menerjunkan alat Radar Lidik Jiwa bantuan Slog Mabes Polri tahun 2026, tetapi juga memberikan perlindungan serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban yang sedang dilanda duka mendalam.

Direktur Samapta Polda Sumbar AKBP Andre Anas menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel dan satwa K9 menjadi kunci utama keberhasilan mengurai titik-titik sulit di lokasi bencana. “Tim K9 kami bersama personel Subdit Gassum berhasil mendeteksi keberadaan barang-barang milik korban di sekitar lokasi perkantoran Bupati Solok. Saat ini fokus kami adalah memaksimalkan area tersebut dengan menyisir secara teliti,” ujar Andre Anas.

Langkah pencarian mendalam ini juga memperhatikan sisi psikologis masyarakat dan keluarga yang terdampak bencana. Polisi terus berupaya menciptakan suasana yang kondusif agar proses evakuasi berjalan lancar tanpa mengesampingkan empati terhadap warga yang kehilangan anggota keluarganya.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa jajarannya menaruh kepedulian besar pada kondisi mental keluarga korban selama masa-masa sulit ini. “Keluarga korban saat ini masih dalam kondisi berduka dan syok, sehingga kami mendampingi mereka secara persuasif. Setelah istirahat siang ini, tim akan melanjutkan pencarian dengan mengerahkan teknologi alat Radar Lidik Jiwa bantuan Slog Mabes Polri tahun 2026 untuk mendeteksi keberadaan korban secara lebih akurat di bawah material timbunan,” kata Susmelawati Rosya.

Integrasi kerja keras antara kemampuan anjing pelacak Unit K9, teknologi penjelajah material, serta sisi empati jajaran kepolisian ini memastikan seluruh proses pencarian bencana di Solok berjalan maksimal dan tetap menghargai martabat nilai-nilai kemanusiaan.

Redaksi 110news
Mada Mahfud

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.