Lambaian Tangan di Tangga Gedung Promoter, Sisi Humanis Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Lambaian Tangan di Tangga Gedung Promoter, Sisi Humanis Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang
Mengintip momen hangat pisah sambut Kapolda Metro Jaya, saat Komjen Pol Dadang Hartanto dengan kalung melati tersenyum dan melambaikan tangan di depan Gedung Promoter. (Foto: 110news/010)

JAKARTA, 110 News – Suasana di depan tangga berkarpet biru Gedung Promoter Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya terasa berbeda pada Jumat, 9 Oktober 2026. Di tengah riuhnya momen pisah sambut, Komjen Pol. Dadang Hartanto berdiri anggun mengenakan seragam dinas lengkap dengan kalung ronce melati yang melingkar indah di dadanya.

Dengan wajah berseri dan senyum sumringah yang lepas, dia mengangkat tangan kanannya melambaikan sapaan hangat ke arah awak media dan jurnalis foto yang sibuk membidikkan kamera.

Di sampingnya, sang istri yang berbusana seragam Bhayangkari merah muda cerah berdiri mendampingi dengan senyuman yang tak kalah anggun.

Sementara di sisi lain tangga, mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri—yang kini mengemban amanat baru sebagai Irwasum Polri—tampak berdiri tegap menyaksikan momen hangat tersebut. Pemandangan visual ini menegaskan betapa momen transisi kepemimpinan di institusi kepolisian ibu kota tidak hanya diwarnai ketegasan, tetapi juga kehangatan yang humanis.

Sisi humnis Komjen Dadang kembali terekam saat di atas buggy car. Komjen Dadang duduk berdampingan dengan istrinya sambil melambaikan tangan kepada para personel yang berdiri berjajar.

Suasana penyambutan yang biasanya kaku dan penuh protokoler berubah hangat berkat senyum dan sapaan yang dilepaskan sang pimpinan baru.

Para wartawan yang meliput di pinggir jalan spontan mengangkat ponsel mereka untuk mengabadikan momen tersebut. Melihat kehadiran para jurnalis, Komjen Pol l. Dadang Hartanto tidak lantas mengabaikan mereka. Dia justru meminta pengemudi memperlambat laju buggy car dan mengarahkannya mendekati kerumunan wartawan. Dari atas kendaraan, dia menyapa awak media dengan ramah.

“Nanti kita bertemu ya,” ucap Dadang singkat namun sarat makna.

Kalimat pendek tersebut langsung mencairkan suasana dan meninggalkan kesan mendalam bagi para pemburu berita.

Bagi kalangan media yang sehari-hari bertugas di lingkungan kepolisian, interaksi spontan seperti itu mencerminkan keterbukaan seorang pemimpin.

Hubungan baik antara institusi kepolisian dan pers memang sering dibangun bukan di dalam ruang rapat yang formal, melainkan lewat sapaan sederhana di lapangan.

Tidak hanya Dadang yang menarik perhatian publik dan media sore itu. Wakapolda Metro Jaya yang baru, Irjen Pol. Adex Yudiswan, turut menebar senyum hangat kepada para wartawan yang berdiri di sekitar lokasi.

Kehadiran duet kepemimpinan baru ini menggantikan posisi Komjen Pol. Asep Edi Suheri yang kini mengemban tugas sebagai Irwasum Polri. Prosesi pisah sambut tersebut menandai lembaran baru bagi kepolisian ibu kota.

Perjalanan kepemimpinan Komjen Pol. Dadang Hartanto dan Irjen Pol. Adex Yudiswan di Polda Metro Jaya masih panjang dan patut dinantikan.

Hubungan kerja sama antara kepolisian dan media tentu akan terus diuji oleh dinamika penegakan hukum di Jakarta. Namun, hari pertama kepemimpinan mereka telah membuktikan bahwa kesan pertama yang humanis mampu meruntuhkan sekat formalitas antara aparat dan pers. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.