JAKARTA, 110 News – Puluhan siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Muhammadiyah Sumpiuh, Jawa Tengah, mempelajari sistem pemantauan lalu lintas berbasis jaringan di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Kunjungan studi ini mengawinkan teori ruang kelas dengan sistem keamanan nasional.
Para pelajar menyaksikan langsung bagaimana keahlian infrastruktur jaringan yang mereka pelajari di sekolah menjadi tulang punggung keselamatan jalan raya secara langsung.
Di ruang kendali NTMC, para siswa mengamati proses integrasi ribuan kamera CCTV, pemrosesan data terpusat, hingga mekanisme kerja layanan pusat panggilan darurat. Ruang pemantauan tersebut memperlihatkan alur kerja sistem informasi lalu lintas yang beroperasi secara cepat dan terintegrasi.
Guru Pendamping SMK Muhammadiyah Sumpiuh, Khusnul Khotimah, mengapresiasi keterbukaan Korlantas Polri dalam membagikan ilmu teknologi jaringan kepada para peserta didik.
“Kami dari SMK Muhammadiyah Sumpiuh berterima kasih sekali kepada NTMC. Kami bersama anak-anak bisa belajar banyak ilmu di sini, di antaranya tentang lalu lintas dan teknologi yang berhubungan dengan jurusan kami, yaitu teknik komputer dan jaringan,” ujar Khusnul.
Khusnul menilai pemusatan data di NTMC menjadi contoh nyata efisiensi teknologi informasi dalam mempercepat penanganan peristiwa di lapangan.
“Sistemnya sangat baik karena seluruh data terpusat. Ketika terjadi kecelakaan atau ada informasi dari daerah, data dapat segera diteruskan ke pusat sehingga respons dan penanganannya lebih cepat,” kata Khusnul.
Selain mengasah pemahaman teknis, kegiatan ini menanamkan kesadaran keselamatan berkendara bagi para siswa. Pengalaman melihat dampak pemantauan lalu lintas secara visual mendorong perubahan sikap para pelajar saat berkendara.
Khusnul berharap kunjungan ini mampu membentuk karakter siswa yang tanggap teknologi sekaligus taat aturan lalu lintas.
“Harapan saya untuk siswa dan saya sendiri, yang pertama lebih tertib lagi berlalu lintas, kemudian lebih aware dengan tata tertib sehingga keselamatannya lebih baik lagi atau lebih ditingkatkan lagi,” tutur Khusnul. (*)