SEMARANG – Irjen Pol Roy Hardi Siahaan resmi memegang tongkat kepemimpinan Polda Jawa Tengah setelah menerima Pataka Maneka Tunggal Dharma dari pendahulunya, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.
Momen serah terima pataka yang berlangsung di Mapolda Jawa Tengah pada Selasa (6/10/2026) ini menandai babak baru arah kebijakan kepolisian di Jawa Tengah.
Dalam masa kepemimpinannya, Roy Hardi langsung mengelorakan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai pijakan utama seluruh jajaran.
Ia mengusung tiga pendekatan strategis untuk mewujudkan visi tersebut, yakni tindakan tegas terhadap kejahatan, penanganan humanis bagi kelompok rentan, serta respons cepat dalam menindaklanjuti setiap laporan warga.
Polda Jawa Tengah memastikan tidak ada ruang kompromi bagi berbagai tindak pidana yang meresahkan warga. Pihaknya memberikan perhatian khusus pada pemberantasan narkotika, perjudian, aksi begal, hingga pencurian dengan kekerasan.
Pada saat yang sama, jajaran kepolisian juga mengedepankan sisi humanis serta pendekatan berkeadilan saat melayani kelompok rentan, seperti perempuan dan penyandang disabilitas. Seluruh personel dituntut bergerak cepat dan siaga setiap kali menerima pengaduan maupun permintaan bantuan dari masyarakat.
Sebelum menyerahkan tampuk pimpinan, Irjen Pol Ribut Hari Wibowo berpesan agar seluruh anggota terus menjaga kehormatan institusi dan memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan yang baru. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang telah menyokong berbagai capaian Polda Jateng selama masa jabatannya.
“Jaga kehormatan Pataka kita, jaga solidaritas, jaga integritas, dan jaga kepercayaan masyarakat. Kalau kemarin dukungan 100 persen, sekarang tingkatkan 200 persen. Semua loyalitas tetap lurus kepada Bapak Kapolda yang baru,” ujar Irjen Pol Ribut.
Rangkaian acara serah terima jabatan ini diawali dengan tradisi penyambutan pedang pora yang dipimpin Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman, kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pataka di lapangan upacara sebagai simbol beralihnya tanggung jawab kepemimpinan.
Guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Tengah, Roy Hardi turut mengajak unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi.