Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Minta Mahasisswa Baru UMSU Bijak Berteknologi

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Satu Klik, Sejuta Dampak: Kapolri Minta Mahasisswa Baru UMSU Bijak Berteknologi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendorong mahasiswa UMSU memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif demi menjaga ruang digital dan menyongsong Indonesia Emas 2045. (Foto: Istimewa)

MEDAN – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif dalam kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Medan, Senin (28/9/2026).

Dalam kegiatan yang mengusung tema ‘Satu Klik, Sejuta Dampak’ tersebut, Sigit menegaskan setiap aktivitas pemuda di ruang digital memiliki konsekuensi besar terhadap masa depan bangsa. Perkembangan pesat teknologi dan kecerdasan buatan menuntut generasi muda untuk terus beradaptasi sekaligus menjaga integritas diri.

“Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan berlangsung sangat pesat. Perubahan ini menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks, sehingga membutuhkan pemimpin masa depan yang mampu membaca arah perubahan dan mengoptimalkan seluruh potensi diri,” ujar Sigit di hadapan ribuan mahasiswa baru UMSU.

Sigit menyoroti tingginya penggunaan media sosial di Indonesia yang belum imbang dengan literasi digital yang memadai. Kondisi itu memicu kerentanan masyarakat terhadap ancaman hoaks, disinformasi, pencurian data, deepfake, phishing, hingga berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.

Kapolri memosisikan pemuda sebagai benteng utama untuk menjaga stabilitas ruang digital sekaligus menjadi bagian dari solusi. Mahasiswa harus mengambil peran aktif dalam menangkal provokasi, menyebarkan narasi positif, serta menjadi pelopor keamanan dan ketertiban masyarakat di dunia maya.

Selain pemanfaatan teknologi, Sigit mengingatkan pentingnya mahasiswa menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi dan mengembangkan jiwa kewirausahaan. Penguatan kompetensi dan karakter pemuda menjadi kunci utama dalam memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia pada tahun 2030–2035.

Sigit meyakini keberhasilan Indonesia mencapai Visi Indonesia Emas 2045 bergantung pada proses pembinaan karakter dan penguasaan ilmu pengetahuan yang pemuda bangun mulai hari ini.

“Tahun 2045 merupakan panggung pembuktian bagi kalian dalam memimpin Indonesia,” kata Sigit. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.