Sesuai Arahan Kapolda Metro Jaya, Ribuan Polisi Jadi ‘Orangtua Asuh’ bagi Pelajar SMK di Kota Bekasi

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Sesuai Arahan Kapolda Metro Jaya, Ribuan Polisi Jadi ‘Orangtua Asuh’ bagi Pelajar SMK di Kota Bekasi
Polres Metro Bekasi Kota menerjunkan 1.050 personel secara serentak ke 126 SMK untuk menjadi figur Bapak Asuh dan Ibu Asuh. (Foto: Istimewa)

BEKASI – Jajaran Polres Metro Bekasi Kota proaktif mengayomi generasi muda dengan menerjunkan secara serentak 1.050 personel ke 126 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kota Bekasi pada Senin (21/9/2026) pukul 08.00 WIB. Kehadiran polisi yang menyapa 57.278 siswa di 1.914 ruang kelas tersebut menjadi bukti komitmen kepolisian dalam mengubah stigma penegakan hukum menjadi pendekatan humanis berbasis pengasuhan dan sahabat bagi remaja.

Inisiatif berskala besar ini merupakan wujud penjabaran arahan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri melalui program inovatif ‘Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar”. Melalui skema ini, para personel tidak sekadar bertugas melakukan pengawasan, melainkan hadir sebagai figur pengayom dan mitra strategis sekolah yang siap mendengar serta mendampingi para pelajar ketika menghadapi berbagai dinamika sosial maupun pribadi.

Sebelum berinteraksi langsung dengan para murid dalam suasana yang hangat dan inklusif, setiap personel lebih dahulu berkoordinasi dengan kepala sekolah, wali kelas, serta guru bimbingan dan konseling. Tujuannya, memastikan kebutuhan pendampingan siswa dapat teridentifikasi secara tepat dan komprehensif.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Putu Kholis Aryana mengatakan orientasi gerakan serentak ini adalah membangun rasa percaya antara kepolisian dan generasi muda. Menurut dia, pendekatan emosional dari hati ke hati menjadi kunci memproteksi remaja dari potensi ancaman sosial sejak dini.

“Arahan Kapolda kami tindak lanjuti dengan membangun kehadiran yang dekat dan dapat dipercaya. Setiap personel harus memandang para pelajar seperti anak sendiri, memahami karakter mereka, serta menjadi tempat yang aman untuk meminta bantuan,” kata Putu Kholis Aryana.

Di dalam ruang kelas, ruang dialog dibuka lebar membahas topik-topik yang relevan dengan tantangan remaja masa kini, mulai dari pembentukan karakter, hubungan pertemanan yang sehat, kecakapan bermedia digital, keselamatan berlalu lintas, pemahaman konsekuensi hukum, hingga keberanian mencari pertolongan saat menghadapi persoalan.

“Pendampingan dimulai dari kesediaan untuk mendengar tanpa menghakimi. Anak tidak selalu menyampaikan persoalan secara langsung. Karena itu, personel perlu bersikap peka, sabar, dan mampu berkomunikasi dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pelajar,” ujar Putu Kholis.

Guna menjamin keamanan mental para siswa dan orangtua, Polres Metro Bekasi Kota menjamin seluruh informasi yang disampaikan selama kegiatan akan dijaga kerahasiaannya secara ketat. Penanganan setiap persoalan yang membutuhkan tindakan lanjutan akan dikoordinasikan bersama pihak sekolah dan keluarga secara persuasif, proporsional, serta selalu mengutamakan kepentingan terbaik bagi tumbuh kembang anak. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.