SOLOK — Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menunjukkan totalitasnya dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah di wilayah Kayu Aro, Kabupaten Solok.
Polda Sumbar tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan logistik harian. Melalui Bagian Psikologi Biro SDM, Polda Sumbar menerjunkan Tim Trauma Healing ke lokasi penampungan para pengungsi.
Tim yang dipimpin oleh Kompol Sosmedya bersama Penda TK I Andi Benbela, Penda TK I Yulifitri, dan Bripda M Ryan Prawitama ini langsung berinteraksi aktif merangkul warga. Mereka memberikan suntikan motivasi serta dorongan moral agar para korban mampu bangkit dari dampak traumatik musibah ini.
Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M Ridha menegaskan bahwa perhatian Polri terhadap korban bencana harus berjalan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik maupun mental.
“Dalam situasi pascabencana, masyarakat membutuhkan dukungan secara menyeluruh. Kehadiran personel psikologi di tengah pengungsi diharapkan dapat memberikan penguatan, motivasi, dan rasa aman, sehingga mereka memiliki semangat untuk bangkit dan menjalani proses pemulihan,” kata Anissullah.
Selain memulihkan kondisi mental warga, tim di lapangan juga menyerahkan bantuan sarana kontak berupa selimut dan handuk untuk memenuhi kebutuhan mendasar para pengungsi. Anissullah menegaskan commitment pihak kepolisian untuk terus mengawal proses pemulihan ini selama warga masih membutuhkan pendampingan.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak tidak hanya mendapatkan bantuan secara fisik, tetapi juga mendapat ruang untuk didengar dan dikuatkan. Pendampingan seperti ini penting agar warga dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih baik,” tutur Anissullah.
Langkah humanis ini sejalan dengan komitmen Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam kondisi apa pun. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa kehadiran jajarannya merupakan bukti nyata kepedulian kepolisian yang tidak terputus sejak awal musibah hingga masa pemulihan usai.
“Polri hadir tidak hanya dalam penanganan saat bencana, tetapi juga mendampingi masyarakat setelahnya. Kami berharap dukungan psikologis dan bantuan yang diberikan dapat membantu para pengungsi melewati masa sulit serta memberikan rasa tenang dan semangat untuk kembali bangkit,” ujar Susmelawati.
Upaya nyata yang ditunjukkan jajaran Polda Sumbar ini menjadi angin segar bagi warga terdampak banjir bandang di Solok. Dukungan moril serta perhatian langsung di tempat pengungsian perlahan membangun kembali optimisme warga untuk menatap masa depan pascabencana.