VIDEO: Aksi Heroik Personel Polres Tapteng Evakuasi Korban Banjir di Tukka

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
VIDEO: Aksi Heroik Personel Polres Tapteng Evakuasi Korban Banjir di Tukka
Personel Polres Tapteng menerobos arus banjir setinggi pinggang untuk mengevakuasi warga Kelurahan Bonalumban. (FOTO: Tangkapan layer video Polres Tapteng)

TAPTENG – Derasnya arus banjir setinggi pinggang orang dewasa pada Sabtu (26/9/2026) malam memaksa jajaran personel Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) terjun langsung menjadi ‘jembatan hidup’ bagi warga Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka. Mereka bahu-membahu mengevakuasi belasan warga melintasi genangan air berlumpur setelah jembatan rambin yang menjadi akses utama masyarakat terputus akibat terjangan arus.

Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tapteng sejak sore hari memicu luapan dahsyat dari Sungai Bonalumban. Tanggul sungai yang jebol tidak mampu lagi menahan debit air, sehingga merendam permukiman warga di Lingkungan I hingga IV dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 50 sentimeter. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh seketika dan memicu kepanikan di tengah minimnya penerangan pada malam hari.

Merespons situasi darurat tersebut, Kapolsek Pandan Iptu Zul Efendi bersama Kasat Samapta AKP Dorpis Sitompul, serta personel Bhabinkamtibmas dan Satuan Samapta Polres Tapteng langsung menerobos arus banjir. Bermodalkan cahaya senter, para aparat kepolisian ini memapah satu per satu warga, mengamankan langkah mereka agar tidak terseret arus deras saat menyeberang menuju area yang lebih aman.

Tindakan heroik di tengah kegelapan ini terekam jelas dalam sebuah video yang diunggah Polres Tapteng di laman Facebook dan dilihat pada Senin (28/9/2026). Dalam rekaman tersebut, Iptu Zul Efendi yang berdiri di tengah genangan air deras memberikan laporan langsung mengenai kondisi lapangan.

“Selamat malam komandan, saya Iptu Zul Efendi, Kapolsek Pandan dan Pak Kasat Sabhara. Malam ini kami dari Polres sama Polsek ke Kelurahan Bonalumban menyeberangkan warga yang ingin ke Lingkungan III, karena pada saat ini jembatan rambing sudah terputus. Jadi, kita di sini membantu warga, ada Pak Bhabin untuk menyeberangkan warga yang ingin balik ke rumah,” lapor Zul Efendi sembari mengarahkan anggotanya yang tengah mengawal warga menembus banjir.

Bencana banjir akhir pekan itu tidak hanya melumpuhkan Bonalumban. Gelombang air luapan turut merendam Kelurahan Hutanabolon di Kecamatan Tukka dengan ketinggian genangan mencapai 30 sentimeter.

Sementara peningkatan debit air Sungai Sibuluan juga berimbas pada tergenangnya wilayah Kelurahan Sibuluan Nauli di Kecamatan Pandan, serta menyapu Lingkungan II dan III Kelurahan Pondok Batu di Kecamatan Sarudik dengan genangan yang lebih rendah.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih luas, Kapolres Tapteng AKBP Muhammad Alan Haikel menginstruksikan jajarannya untuk bersiaga. Pihaknya terus menjalin koordinasi dengan aparat kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, dan Pos Basarnas Sibolga-Tapteng untuk penanganan pascabencana sekaligus mengantisipasi potensi bahaya susulan jika hujan kembali turun.

Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa alam ini. Menjelang larut malam, intensitas hujan dilaporkan mulai reda dan debit air berangsur surut. Warga perlahan kembali ke kediaman masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur. Sementara akses jalan utama yang sebelumnya tertutup genangan kini telah kembali normal dan aman untuk dilalui kendaraan. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.