×

Tekan ENTER untuk mencari berita.

Lintas Generasi di Lapangan Bhayangkara, Merawat Semangat Juang Polri

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Lintas Generasi di Lapangan Bhayangkara, Merawat Semangat Juang Polri
Peringatan Hari Juang Polri 2026 di Mabes Polri menjadi momen bersejarah dengan berkumpulnya para mantan Kapolri dan Wakapolri. (Foto: Istimewa)

JAKARTA — Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/8/2026), menghadirkan pemandangan istimewa tatkala para mantan Kapolri dan Wakapolri dari berbagai masa berkumpul bersama jajaran pimpinan dan personel aktif untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Kepolisian Republik Indonesia. 

Upacara yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo ini seolah menjadi mesin waktu yang mempertemukan sejarah masa lalu dengan tantangan masa kini dalam satu tarikan napas pengabdian.

Kehadiran para senior Polri menjadikan peringatan Hari Juang kali ini terasa jauh lebih bermakna. Tokoh-tokoh yang pernah mengemban amanah memimpin institusi pada masanya, seperti Jenderal Polisi (Purn) Roesmanhadi, Jenderal Polisi (Purn) H. Bambang Hendarso Danuri, Komjen Pol. (Purn) Adang Daradjatun, Komjen Pol (Purn) R. Makbul Padmanagara, hingga Komjen Pol (Purn) Oegroseno, tampak hadir dan berbaur di tengah keluarga besar Bhayangkara. 

Kehangatan silaturahmi tokoh lintas masa ini menjadi bukti bahwa purnatugas bukanlah akhir dari sebuah ikatan batin dengan institusi.

Turut hadir pula sejumlah purnawirawan perwira tinggi dari unsur PP Polri dan PKBB. Mereka berdiri berdampingan dengan para personel yang saat ini aktif menjalankan tugas. 

Pertemuan para purnawirawan dengan generasi aktif ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan sebuah penegasan bahwa perjalanan Polri yang kokoh dibangun melalui keringat dan pengabdian banyak generasi.

Dalam momentum yang sarat akan nilai sejarah tersebut, pesan tentang pentingnya mewarisi api semangat pendahulu menjadi sorotan utama. 

"Sejarah adalah sumber nilai yang tidak boleh dilupakan. Pengabdian yang kita berikan hari ini menjadi wujud nyata untuk meneruskan nilai perjuangan tersebut demi melayani masyarakat, bangsa, dan negara," tegas pesan moral yang disuarakan dalam upacara tersebut, merefleksikan amanat keberanian, kesetiaan, dan pengabdian.

Hari Juang Polri yang diperingati setiap tanggal 21 Agustus memang memiliki akar sejarah yang kuat. Momentum ini merujuk pada peristiwa Proklamasi Polisi di Surabaya pada 21 Agustus 1945, di mana Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa menyatakan kesetiaan penuh kepada Republik Indonesia yang baru saja merdeka. 

Mereka mengambil sikap tegas untuk berdiri di garda terdepan bersama rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajah.

Menariknya, pada waktu yang bersamaan, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin Upacara Hari Juang Polri di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur. 

Dua lokasi ini menyampaikan pesan yang saling melengkapi dan menguatkan. Jika Surabaya mengajak seluruh insan Bhayangkara untuk menengok kembali ke akar sejarah perjuangan fisik Polisi Istimewa, maka Jakarta menghadirkan wajah perjalanan panjang institusi melalui pertemuan para pemimpin dan senior Polri dari masa ke masa.

Kini, generasi Polri dihadapkan pada tantangan yang jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Dinamika keamanan, pesatnya perkembangan teknologi, kompleksitas perubahan sosial, hingga tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan Kepolisian menjadi ujian di era modern. 

Namun, di tengah segala perubahan zaman, peringatan di Lapangan Bhayangkara membuktikan bahwa nilai dasar pengabdian tidak pernah bergeser. Para pemimpin boleh datang silih berganti dari masa yang berbeda, dan tantangan boleh terus berubah, tetapi semuanya senantiasa dipertemukan oleh satu sejarah dan satu pengabdian teguh. Polri untuk bangsa dan negara. (*)