×

Tekan ENTER untuk mencari berita.

Kapolda NTT Perintahkan Jajaran Prioritaskan Evakuasi Korban Gempa Flores

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Kapolda NTT Perintahkan Jajaran Prioritaskan Evakuasi Korban Gempa Flores
Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko memerintahkan jajarannya untuk memprioritaskan evakuasi darurat usai gempa mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026). (Foto: Istimewa)

KUPANG — Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Rudi Darmoko memerintahkan seluruh jajarannya untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat dan fokus melakukan evakuasi darurat usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Langkah cepat ini diambil mengingat fase awal pascabencana merupakan masa kritis untuk menyelamatkan jiwa para korban. 

Irjen Pol. Rudi Darmoko menegaskan seluruh Kapolres di wilayah terdampak telah diinstruksikan turun langsung ke lapangan guna memimpin proses penanganan bencana bersama instansi terkait.

“Kondisi sampai saat ini kita masih melakukan evakuasi. Kita telah memerintahkan seluruh Kapolres yang wilayahnya terdampak gempa ini untuk melakukan evakuasi bersama stakeholder terkait,” ujar Irjen Pol. Rudi Darmoko di Kupang, Sabtu (15/8/2026).

Fokus penanganan saat ini tertuju pada aksi penyelamatan. Kendala teknis seperti terputusnya saluran komunikasi dan rusaknya infrastruktur jaringan di daratan Flores membuat proses pemetaan serta pendataan jumlah korban jiwa maupun kerusakan bangunan belum dapat dilakukan secara maksimal.

“Jadi, kita utamakan penyelamatan dulu, sedangkan untuk data-data kami masih menghimpun karena masih terkendala dengan masalah komunikasi,” kata Irjen Pol. Rudi Darmoko.

Upaya Kapolda NTT untuk meninjau langsung lokasi bencana secara personal juga sempat tertahan. Beberapa titik bandara utama di Pulau Flores hingga kini belum memungkinkan untuk didarati pesawat akibat terdampak guncangan gempa. Rencana penerbangan menuju lokasi akan segera dilaksanakan begitu kondisi sirkulasi udara dan landasan dinyatakan aman.

“Rencananya siang ini kami juga akan menuju lokasi apabila sudah memungkinkan karena beberapa bandara yang belum bisa didarati oleh pesawat,” jelasnya.

Kendati berada di pusat titik guncangan hebat, seluruh personel kepolisian yang bertugas di daratan Flores dilaporkan berada dalam kondisi selamat. Mereka kini difokuskan menjalankan tugas kemanusiaan, mulai dari pencarian korban, pelayanan darurat, hingga pembangunan posko-posko bantuan di titik aman.

Alhamdulillah saya sudah memerintahkan seluruh jajaran di Pulau Flores yang terdampak gempa. Puji Tuhan, mereka semuanya dalam keadaan sehat. Saya juga sudah perintahkan Kapolres jajaran untuk membentuk posko-posko bantuan, mencari tempat yang aman untuk membangun posko bantuan,” tuturnya.

Di sisi lain, ancaman gelombang laut pascagempa dipastikan mereda. 

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, mengatakan peringatan dini tsunami resmi diakhiri pada pukul 08.30 WITA setelah berlangsung selama 2 jam 31 menit sejak guncangan pertama.

Meski demikian, BMKG mencatat telah terjadi 111 kali gempa susulan hingga pukul 10.00 WITA. Warga diimbau untuk tidak menempati struktur bangunan yang retak atau rusak sebelum mendapat verifikasi kelayakan dari petugas berwewenang. 

“Yang utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Kita terus melakukan evakuasi, membantu masyarakat dan mencari korban,” pungkas Irjen Pol. Rudi Darmoko. (*)