Yang sedang ramai dicari 🔥

Arman Depari Acungkan Jempol untuk Strategi Kapolri Putus Rantai Pasokan Narkoba

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Arman Depari Acungkan Jempol untuk Strategi Kapolri Putus Rantai Pasokan Narkoba
Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Arman Depari mengacungkan 2 jempol untuk strategi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memutus rantai pasok narkoba. Foto: Ist

JAKARTA, 110 News – Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Polisi (Purn) Arman Depari mengacungkan 2 jempol untuk strategi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memutus rantai pasok narkoba.

Apresiasi Arman Depari, disampaikan Sabtu (24/10/2026 dalam diskusi di stasiun televisi. Ia mengamati dinamika pemberantasan narkoba di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi.

Arman melihat ada konsistensi aparat penegak hukum dalam menjaga pengawasan sekaligus melakukan penindakan tanpa kompromi.

Ia melihat gebrakan masif pemberantasan narkoba mulai dari pencegatan kapal kargo berbendera Mongolia di Belawan, penyitaan berton-ton sabu di perairan Batam, hingga pembongkaran laboratorium rahasia atau clandestine lab dengan barang bukti hampir 1,2 ton di Pidie, Aceh.

Fakta tersebut membuka mata publik tentang ganasnya pertempuran melawan sindikat barang haram tersebut.

Bagi seorang purnawirawan jenderal bintang dua yang telah mendedikasikan sebagian besar kariernya untuk melumpuhkan gembong narkoba, kelengahan adalah musuh terbesar dalam pemberantasan narkoba.

Arman memahami betul bagaimana sindikat transnasional selalu membaca celah sekecil apa pun untuk menyelundupkan racun perusak bangsa ini.

Ia menegaskan bahwa konsistensi pengawasan tidak boleh mengendur dalam situasi apa pun, Arman menyampaikan peringatan keras mengenai pentingnya kewaspadaan yang konsisten.

“Dalam pemberantasan narkotika, kita tidak boleh lengah sama sekali. Jangankan sebulan, seminggu saja kita lengah, dampaknya sangat berbahaya,” ujar Arman mengingatkan.

Pernyataan tersebut mendasari apresiasi tulus yang ia berikan kepada Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Arman menilai Kapolri Suyudi Ario Seto memegang kendali strategi yang tepat dalam memutus mata rantai pasok narkotika, terutama yang digerakkan oleh jaringan lintas negara.

Salah satu fokus utama strategi ini terletak pada pengawasan ketat terhadap jalur-jalur tikus dan pesisir rawan penyelundupan. Wilayah seperti pesisir timur Sumatra selama ini menjadi titik rawan karena sindikat kerap memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan tidak resmi untuk memasukkan kargo gelap ke daratan Indonesia.

Kasus pembongkaran laboratorium narkotika di Aceh yang melibatkan dua koki peracik asal China memberikan bukti nyata bahwa ancaman tersebut telah bergeser menjadi ancaman produksi lokal yang didanai jaringan global.

Temuan ini menyadarkan semua pihak bahwa aparat tidak sekadar menghadapi para kurir jalanan, melainkan sebuah sindikat industri tersembunyi yang melibatkan aktor-aktor internasional. Oleh karena itu, pengawasan ketat di garis terdepan perbatasan harus berjalan seirama dengan operasi pembersihan di dalam negeri.

Arman memuji langkah tegas Kapolri yang menginstruksikan para Kepala Kepolisian Daerah hingga Kepala Kepolisian Resor untuk menyapu bersih kampung-kampung narkoba di wilayah hukum masing-masing.

Kendati demikian, penindakan di tingkat pengecer atau bandar lokal belumlah cukup untuk menyelesaikan akar persoalan. Arman mengingatkan bahwa setiap penangkapan di titik peredaran harus menjadi pintu masuk untuk melacak jaringan yang lebih besar di atasnya.

Aparat penegak hukum wajib membidik para pengendali utama dan bandar besar, baik yang beroperasi di dalam negeri maupun yang bersembunyi di luar negeri, melalui penguatan kerja sama internasional atau police-to-police cooperation. Penegakan hukum yang tajam ke atas akan memastikan sindikat tidak sekadar berpindah lokasi setelah satu wilayah digerebek.

Pengalaman panjang berpuluh-puluh tahun di kancah pemberantasan narkotika menuntun Arman pada sebuah filosofi penegakan hukum yang berorientasi pada pencegahan mutlak.

Ia berpandangan bahwa keberhasilan sejati dalam perang melawan narkoba tidak diukur dari seberapa banyak barang bukti yang dipamerkan atau seberapa panjang deretan tersangka yang digelandang ke ruang tahanan.

Bagi Arman, ukuran keberhasilan yang hakiki terletak pada kemampuan negara menutup total pintu masuk narkotika agar barang haram tersebut tidak pernah merusak masa depan generasi bangsa. Sembari menutup pandangannya, Arman menegaskan prinsip fundamental tersebut dengan kalimat yang sarat makna.

“Ukuran sukses yang sebenarnya bukan cuma memamerkan angka tangkapan atau deretan tersangka, melainkan bagaimana caranya agar narkoba tidak pernah sempat menginjakkan kaki di Indonesia,” tandasnya.

Redaksi 110news
Mada Mahfud

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.