PANGKALAN BUN, 110 News — Aksi penyelamatan satwa terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dioptimalkan sebagai salah satu fokus utama tim penanganan Karhutla Polri.
Tim gabungan yang terdiri dari Baharkam Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil menyelematkan seekor anak beruang madu yang terpisah dari induknya akibat karhutla di kawasan Desa Lampasan, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Jumat (23/10/2026).
Upaya evakuasi tersebut bermula dari kepedulian seorang warga setempat bernama Sugiarto, yang sempat mengamankan satwa dilindungi itu terlebih dahulu agar terhindar dari ancaman kobaran api serta gangguan lingkungan sekitar sebelum tim penyelamat tiba di lokasi. Begitu menerima laporan cepat dari masyarakat, petugas gabungan langsung bergerak ke titik penemuan untuk menjalankan prosedur evakuasi dan pengamanan.
Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Tory Kristianto, menjelaskan bahwa koordinasi cepat antara masyarakat dan aparat menjadi kunci utama keberhasilan evakuasi satwa liar tersebut.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, tim langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penyelamatan. Prioritas kami memastikan satwa ini berada dalam kondisi aman dan mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Tory, Jumat (23/10/2026).
Setibanya di lokasi, tim gabungan segera mengamankan anak beruang madu tersebut serta melakukan pemeriksaan kesehatan awal. Petugas memeriksa kondisi fisik satwa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada luka maupun gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap karhutla. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, anak beruang madu tersebut dipastikan selamat dalam kondisi hidup tanpa mengalami cedera serius.
Atas keberhasilan penyelamatan tersebut, Tory menyematkan nama “Meli” kepada anak beruang madu itu, yang merupakan singkatan dari “Menyelamatkan Yang Liar”. Penamaan ini membawa pesan mendalam mengenai komitmen perlindungan ekosistem di tengah ancaman bencana karhutla.
“Meli mengingatkan kita bahwa di balik kebakaran hutan, ada kehidupan lain yang juga harus diselamatkan. Satwa-satwa ini tidak bisa meminta pertolongan, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindunginya,” kata Tory.
Usai menjalani penanganan awal, tim gabungan membawa Meli menuju fasilitas konservasi BKSDA di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Di tempat tersebut, Meli akan mendapatkan penanganan medis intensif serta pemulihan kondisi tubuh lebih lanjut sebelum nantinya siap dikembalikan ke habitat aslinya.
Tory menambahkan bahwa aksi penyelamatan ini merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan SAR satwa liar yang dilaksanakan Baharkam Polri di Kalimantan Tengah, berdasarkan arahan langsung dari Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Polri bahwa upaya penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada proses pemadaman api, melainkan juga harus mencakup penyelamatan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Persiapan penanganan dampak karhutla terhadap satwa liar telah dirancang secara matang. Sehari sebelum evakuasi Meli, tim Baharkam Polri telah melakukan koordinasi intensif dengan Polda Kalimantan Tengah serta meninjau Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS).
Peninjauan tersebut dilakukan guna memantau kondisi orangutan dan memastikan kesiapan penanganan satwa yang berisiko terdampak paparan kabut asap. Selain itu, tim turut mengevaluasi kesiapan personel maupun peralatan SAR bersama jajaran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan pemantauan ke wilayah-wilayah yang rawan terdampak karhutla.
Langkah komprehensif ini menegaskan kembali bahwa penanganan karhutla mensyaratkan perhatian bersama terhadap perlindungan habitat dan keselamatan satwa liar. Tory pun menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian masyarakat, khususnya Sugiarto, yang telah bergerak cepat mengamankan Meli sebelum kondisi memburuk.
“Peran masyarakat sangat penting. Penyelamatan Meli menjadi contoh bagaimana kepedulian warga dan kesiapan petugas dapat berjalan bersama untuk melindungi satwa liar,” ungkapnya.
Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Tory berharap sinergi dan kerja sama antara kepolisian, lembaga konservasi, serta warga dapat terus menguat demi menjaga kelestarian hutan beserta seluruh ekosistem di dalamnya dari ancaman kebakaran.
“Apa yang kita selamatkan hari ini adalah bagian dari kekayaan alam yang harus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkas Tory.