Kapolda Sumbar Puji Jiwa Kemanusiaan Ratusan Personel 5 Hari Pantang Menyerah Temukan Korban Banjir Bandang Solok

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Kapolda Sumbar Puji Jiwa Kemanusiaan Ratusan Personel 5 Hari Pantang Menyerah Temukan Korban Banjir Bandang Solok
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy turun langsung memimpin pencarian korban banjir bandang Solok. (Foto: Istimewa)

SOLOK – Rasa haru dan ketenangan kini menyelimuti warga Kabupaten Solok setelah tim gabungan berhasil menemukan dan mengidentifikasi 2 korban banjir bandang.

Keberhasilan ini menjadi buah manis dari aksi kemanusiaan ratusan personel kepolisian bersama unsur terkait selama lima hari menyisir lokasi bencana.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy memberikan pujian serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polda Sumbar, Brimob, dan Polres Solok yang bekerja tanpa kenal lelah di lapangan.

Irjen Djati menilai jajarannya telah menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi dengan rela meninggalkan keluarga demi membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Terima kasih kepada seluruh personel Polda Sumbar, Brimob, Polres Solok, dan seluruh pihak yang selama lima hari terus melakukan pencarian di lapangan,” ujar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy pada Jumat (25/9).

Kerja keras tim lapangan yang terbagi ke dalam beberapa wilayah penelusuran berpadu erat dengan ketelitian Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar dan DVI Polres Solok.

Hasil pemeriksaan menyeluruh pada Jumat (25/9/2026) akhirnya memastikan identitas dua korban meninggal dunia asal Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok.

Korban pertama teridentifikasi sebagai Dafi Arahman (21) melalui pencocokan sidik jari serta konfirmasi data keluarga.

Sementara itu, korban kedua teridentifikasi bernama Agusral (59) berdasarkan data sekunder yang dicocokkan bersama pihak keluarga. Tim evakuasi segera membawa kedua jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk penanganan prosedural secara terhormat.

Selain menemukan dua korban meninggal, kepolisian mencatat tujuh warga mengalami luka-luka, dengan rincian enam luka ringan dan satu luka berat yang seluruhnya mendapatkan penanganan medis secara terpadu.

Kapolda Sumbar menegaskan bahwa jajarannya terus berkoordinasi aktif dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh kebutuhan penanganan bencana dan perawatan korban terpenuhi secara optimal.

“Semoga seluruh rangkaian tugas kemanusiaan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan kepastian bagi keluarga korban,” tutup Kapolda Sumbar.

Redaksi 110news
Mada Mahfud

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.