Komjen Dadang Hartanto Kembali Datangi Siswa TK hingga SMP di Jakarta, Tumbuhkan Karakter Saling Menghormati

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Komjen Dadang Hartanto Kembali Datangi Siswa TK hingga SMP di Jakarta, Tumbuhkan  Karakter Saling Menghormati
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto kembali melanjutkan langkah nyatanya dalam membimbing generasi muda melalui program Polisi Peduli Pendidikan. (Foto: doc. Humas Polda Metro Jaya)

JAKARTA, 110 News — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto kembali melanjutkan langkah nyatanya dalam membimbing generasi muda melalui program Polisi Peduli Pendidikan.

Pada Senin (19/10/2026), perwira tinggi Polri bintang tiga tersebut mengunjungi para siswa TK, SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru, hingga SMP Muhammadiyah 9 Jakarta.

Kehadiran ini meneruskan kegiatan serupa yang sebelumnya berlangsung di SDN Gunung 01, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (12/10/2026) lalu.

Komjen Dadang mengawali rangkaian kegiatannya dengan menyapa keceriaan anak-anak TK B serta mendampingi aktivitas mereka di area kolam renang. Selanjutnya, ia melangkah memasuki ruang kelas 1D Siti Khadijah SD Muhammadiyah 5 untuk berdialog secara langsung bersama para murid.

Dalam suasana yang begitu hangat dan akrab, ia melontarkan beragam pertanyaan sederhana seputar nama wali kelas, kebiasaan memakai helm saat berangkat sekolah, hingga cita-cita mereka menjadi anggota kepolisian. Ia kemudian menyerahkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan rasa percaya diri para siswa yang menjawab.

Kehangatan interaksi tersebut terus berlanjut saat Komjen Dadang memasuki kelas 4B Muhammad Al Fatih. Ia mengajak para murid mengikuti kuis interaktif yang menguji pengetahuan umum, tugas-tugas kepolisian, matematika, serta pendidikan agama.

Melalui kuis ini, ia melatih keberanian berbicara dan daya pikir siswa sekaligus mempererat hubungan emosional antara kepolisian dan para pelajar.

Setelah itu, Komjen Dadang meneruskan kunjungannya ke SMP Muhammadiyah 9 Jakarta dan menyapa para pelajar kelas 7 Al Kindi. Ia kembali mengajak siswa berinteraksi aktif melalui kuis pembelajaran yang melibatkan susunan pertanyaan dari para guru.

Tiga pelajar yang berhasil mengumpulkan nilai terbaik dan meraih juara pertama, kedua, serta ketiga menerima hadiah langsung darinya sebagai dorongan agar mereka selalu berani menunjukkan potensi diri.

Di luar interaksi bersama para murid, Komjen Dadang memberikan perhatian penuh terhadap peningkatan mutu serta fasilitas pembelajaran. Ia mendorong para pengajar SD Muhammadiyah 5 agar mengoptimalkan keberadaan laboratorium kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Keberadaan fasilitas ini berperan penting sebagai media pengenalan teknologi modern, perluasan wawasan, serta sarana melatih keterampilan komunikasi anak sejak dini.

“Siapa yang menguasai teknologi, akan menguasai dunia,” tegas Komjen Dadang saat menekankan betapa krusialnya membekali anak-anak dengan kemampuan beradaptasi di era digital.

Komjen Dadang menilai bahwa anak-anak menyimpan rasa ingin tahu yang tinggi serta kemampuan berpikir logis yang perlu terus mendapatkan wadah pengembangan. Ia mencontohkan pertanyaan sederhana seperti alasan mesin dapat berbicara atau mekanisme telepon seluler menghubungkan komunikasi tanpa kabel yang bisa menjadi pintu masuk efektif untuk mengasah daya kritis murid.

Komjen Dadang meminta para guru memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk bertanya, bereksplorasi, serta memahami konsep dasar melalui sajian materi yang menarik dan komunikatif.

Selain itu, Komjen Dadang mengajak para pendidik menerapkan metode pembelajaran yang berfokus pada pemahaman esensial tanpa membebani murid dengan materi yang terlalu padat.

Ia juga menyoroti pendidikan agama agar tidak sekadar menekankan hafalan semata, melainkan mengutamakan pemahaman makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyarankan pengenalan Al-Qur’an melalui pemaknaan kata demi kata yang berpadu dengan hukum tajwid agar para siswa mampu menyerap dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan tersebut.

Pada aspek sosial, Komjen Dadang menggarisbawahi pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, kondusif, dan penuh rasa peduli. Ia meminta para pengajar membiasakan anak-anak untuk senantiasa menghormati sesama teman, menjauhi perilaku perundungan (bullying), serta berani melaporkan setiap masalah kepada guru maupun orang tua.

Kehadiran jajaran kepolisian di sekolah bertujuan mengenalkan figur polisi sebagai sahabat anak yang siap memberikan perlindungan dan bantuan, termasuk melalui layanan darurat Polisi 110.

Dalam kesempatan terpisah, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan bahwa program Polisi Peduli Pendidikan menjadi pijakan nyata kepolisian dalam mendekatkan diri dengan anak-anak sekaligus mendukung peran guru dan orang tua untuk mencetak generasi berkarakter unggul.

“Rasa aman bagi anak tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Orang tua, guru, lingkungan, dan kepolisian perlu saling berkomunikasi dan saling menjaga. Ketika anak merasa didengar dan berani bercerita, persoalan dapat diketahui lebih awal sehingga bantuan bisa diberikan dengan tepat,” ungkap Kombes Budi.

Kombes Budi menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan semangat Polisi Bersama Masyarakat. Kepolisian hadir tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga menunjukkan kepedulian mendalam terhadap dunia pendidikan.

Melalui komunikasi yang humanis dan sinergi erat bersama pihak sekolah, kepolisian berharap anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang aman, saling menghargai, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman.

Redaksi 110news
Mada Mahfud

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.