JAKARTA - Kematian Sutrimo, penjaga rumah mantan Jampidsus Febrie Adriansyah masih menyisakan misteri dan tengah diselidiki Polda Metro Jaya.
Kematian Sutrimo di depan sebuah klinik di Kawasan Kebayoran Baru dinilai tak wajar. Terdapat buih di mulut Sutrimo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto menyebut penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik terkait autopsi jenazah Sutrimo.
"Kami masih menunggu hasil laboratorium forensik," kata Kombes Budi Hermanto menanggapi pertanyaan wartawan, Selasa (25/8/2026).
Menurut Budi, penyidik berharap hasil laboratorium forensik bisa diterima pelanggan ini untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan racun dalam tubuh Sutrimo.
"Nanti tim dokter forensik yang akan menyampaikan. Mereka ahli di bidangnya masing-masing," ujar Budi.
Terkait proses penyidikan kematian Sutrimo, Budi Hermanto menyatakan telah diperiksa 27 orang saksi.
Rinciannya 6 orang pengemudi ambulans yakni 2 pengemudi ambulans P3D, 2 pengemudi penjemput almarhum dari lokasi kejadian ke RS Muhammadiyah, 2 pengemudi mengantar jenazah dari RS Muhammadiyah ke Banyumas, serta 1 pengemudi ambulans lainnya.
Saksi lain yakni 3 orang dari RS Muhammadiyah terdiri dari 2 petugas keamanan dan 1 dokter.
Selanjutnya 2 petugas pemandi jenazah, 7 saksi di sekitar lokasi kejadian, 3 orang anggota keluarga almarhum, 1 teman almarhum, serta 1 orang perangkat desa.
