Pengabdian Seragam Coklat, Aipda Jonni Sisihkan Gaji untuk Bangun Rumah Fakir Miskin

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Pengabdian Seragam Coklat, Aipda Jonni Sisihkan Gaji untuk Bangun Rumah Fakir Miskin
Aipda Jonni Rahmad dan rumah yang dia bangun untuk fakir miskin di Panteraja, Pidie Jaya, Aceh. (Foto: Istimewa)

BANDA ACEH – Empat dinding papan kayu itu berdiri kukuh di tanah Aceh. Bukan dibangun oleh kontraktor besar maupun dana proyek pemerintah, melainkan dari sisa lembaran gaji seorang personel kepolisian.

Aipda Jonni Rahmad, pejabat sementara Kasium Polsek Panteraja Polres Pidie Jaya, membuktikan ketertiban masyarakat tidak hanya dijaga dengan patroli presisi, tetapi juga dengan memastikan perut yang lapar terganjal dan warga yang rentan memiliki tempat berteduh.

Lulusan Diktukba Polri 2005 yang dibesarkan di SMK Negeri 2 Sigli ini menembus batas tugas formal kepolisian. Ketika sebagian orang memandang pengabdian sebatas jam kerja kantor dan bintang jasa, Jonni memilih turun ke tapak-tapak berlumpur. Hingga pertengahan 2026, dia secara swadaya mendirikan empat unit rumah baru serta merehabilitasi tiga rumah warga miskin yang tak layak huni.

Aksi sosial pria kelahiran 15 Maret 1986 ini membentang panjang. Saat banjir bandang melanda wilayah Pidie Jaya pada akhir 2025, dia tidak sekadar menyalurkan sembako, melainkan merengkuh anak-anak di pengungsian dengan membagikan Iqra dan Al-Qur'an agar nyala pendidikan agama tak padam oleh lumpur. 

Setiap menjelang Lebaran, Jonni rutin membelikan baju baru bagi anak-anak yatim, bahkan mendampingi secara khusus seorang balita penderita bocor jantung hingga mendapatkan penanganan medis di Jakarta.

Deretan apresiasi institusional sebetulnya telah mengular di rekam jejaknya, mulai dari Satyalancana Pengabdian 8 dan 16 Tahun, penghargaan Kapolres Pidie, Kapolres Pidie Jaya, Kapolda Aceh, hingga Asisten SDM Polri. Namun, baginya, riuh tepuk tangan panggung formal tak pernah memadamkan panggilan nuraninya di lapangan.

Jonni mengaku keputusannya menyisihkan penghasilan pribadi murni didasari tanggung jawab moral sebagai manusia dan pelindung masyarakat, tanpa ada tendensi politik maupun pencitraan.

“Semua yang saya lakukan bukan untuk mencari popularitas atau dikenal banyak orang. Ini murni karena keinginan untuk membantu sesama. Sebagai anggota Polri, saya merasa wajib untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama ketika ada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tegas Jonni.

Langkah Aipda Jonni Rahmad menghadirkan sudut pandang baru tentang wajah kepolisian moderen. Di tengah kompleksitas tantangan penegakan hukum, seragam cokelat yang dia kenakan justru menjadi pelindung hangat yang memastikan warga kecil di pelosok Aceh tidak merasa berjalan sendirian. (*)