Kapolda Sumbar Minta Personel Jadikan Akhlak Rasulullah Penawar Penyimpangan Kewenangan

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Kapolda Sumbar Minta Personel Jadikan Akhlak Rasulullah Penawar Penyimpangan Kewenangan
Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ar-Rahman, Mapolda Sumbar, Padang, Kamis (27/8/2026). (Foto: Istimewa)

PADANG – Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menekankan pentingnya penguatan benteng moral di tubuh kepolisian guna mencegah terjadinya penyimpangan kewenangan saat bertugas melayani masyarakat. Kapolda menyampaikan hal itu saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Ar-Rahman, Mapolda Sumbar, Padang, Kamis (27/8/2026).

Di hadapan Pejabat Utama dan jajaran personel, Kapolda menyoroti kewenangan besar yang melekat pada seragam Polri sangat rawan disalahgunakan jika tidak dilandasi oleh kekuatan akhlak dan spiritualitas yang kokoh.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum untuk mengenang, memahami, dan meneladani akhlak serta perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.

Menurut Kapolda, kejujuran dan amanah merupakan dua fondasi utama yang harus dipegang teguh oleh setiap anggota Bhayangkara. Kewenangan hukum yang dimiliki polisi pada hakikatnya adalah titipan dari negara dan masyarakat yang wajib dipertanggungjawabkan, bukan untuk ditunjukkan secara sewenang-wenang.

“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah tersebut hendaknya benar-benar kita jadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas. Kita harus senantiasa menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap perkataan dan tindakan, serta menjauhkan diri dari segala bentuk penyimpangan dan pelanggaran,” tegasnya.

Melalui momentum ini, Kapolda mendorong agar penerapan nilai Polri Presisi di Ranah Minang tidak sekadar berhenti pada pemenuhan target tugas administratif atau slogan semata.

Kapolda menyebut uUkuran keberhasilan utama seorang personel Polri dinilai dari sejauh mana kehadiran mereka mampu menghadirkan rasa aman, keadilan, serta menjaga kepercayaan publik melalui pendekatan kemanusiaan yang santun dan berintegritas. (*)