Di Bawah Terik Matahari, Polwan Sejukkan Hati Pendemo dengan Roti dan Air Mineral

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Di Bawah Terik Matahari, Polwan Sejukkan Hati Pendemo dengan Roti dan Air Mineral
Polwan dari Polda Metro Jaya meredam ketegangan aksi dengan membagikan porsi roti dan air mineral kepada pengunjuk rasa di Jalan Merdeka Selatan, kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Personel polisi wanita (Polwan) meredam ketegangan aksi dengan membagikan ratusan porsi roti dan air mineral kepada massa Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) yang berunjuk rasa di Jalan Merdeka Selatan, kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Aksi simpatik yang berlangsung sekitar pukul 10.05 WIB di seberang Menara Danareksa itu digerakkan oleh para Polwan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat. Pengamanan dengan sentuhan humanis ini langsung mencairkan suasana di tengah terik matahari dan riuhnya orasi para petani tebu yang sedang memperjuangkan aspirasi mereka.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung mengatakan langkah tersebut merupakan wujud komitmen institusinya dalam mengedepankan pelayanan serta kepedulian terhadap warga negara yang sedang menyuarakan haknya.

“Polri hadir tidak hanya untuk mengamankan kegiatan, tetapi juga memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat. Kami ingin memastikan peserta aksi dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, nyaman, dan tertib,” kata Reynold.

Reynold mengatakan polisi sepenuhnya menghormati hak setiap warga negara untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Meski demikian, dia mengimbau agar seluruh massa aksi tetap menjaga ketertiban umum dan mematuhi batas-batas hukum yang berlaku selama menyampaikan tuntutan.

“Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat. Mari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, tertib, dan damai. Sampaikan aspirasi dengan cara yang baik tanpa melakukan tindakan anarkis,” ujar Reynold menambahkan.

Untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi itu, sebanyak 524 personel gabungan disiagakan di berbagai titik strategis sekitar kawasan Monas.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan aksi. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menunjukkan bahwa Polri selalu hadir untuk melayani masyarakat,” kata Reynold. (*)