BOGOR – Ratusan siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Metro Jaya Tahun Anggaran 2026 menempuh perjalanan kaki sejauh 30 kilometer menembus jalur terjal kawasan Bogor dalam kegiatan Ekspedisi Darat Penutupan Dasar Bhayangkara (Tupdasbhara), Rabu (2/9/2026).
Langkah kaki para calon prajurit pengayom masyarakat ini dilepas melalui apel di Lapangan Apel SPN Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kepala SPN Polda Metro Jaya Kombes Pol. Abdul Waras. Menyusuri rute etape pertama yang menantang, mulai dari kawasan MNC Land, Hawai, hingga Kebon Kawung di Desa Nanggerang. Para siswa tidak sekadar digembleng untuk menguji ketahanan fisik, stamina, dan soliditas tim.
Di balik derap langkah dan cucuran keringat di lintasan terjal, ekspedisi ini membawa warna yang berbeda. Berada di tengah-tengah perjuangan fisik, para calon Bhayangkara ini menyempatkan diri untuk berhenti dan menyapa warga setempat melalui aksi kepedulian sosial.
Di Desa Nanggerang Kebon Kawung, mereka menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di lapangan warga serta membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Aksi itu menjadi penegas bahwa proses pembentukan seorang anggota kepolisian tidak hanya berfokus pada ketangkasan taktis dan fisik, melainkan juga pada pembinaan empati serta kedekatan emosional dengan masyarakat.
Kepala SPN Polda Metro Jaya Kombes Pol. Abdul Waras menegaskan pentingnya keseimbangan antara ketangguhan mental-fisik dan kepekaan nurani bagi setiap calon anggota Polri.
“Jangan hanya kuat di lapangan, tapi juga harus kuat di hati. Jadilah Polisi yang hadir, mengayomi, dan bermanfaat. Inilah wujud nyata SPN Polda Metro Jaya PEDULI,” tegas Kombes Pol. Abdul Waras di sela-sela kegiatan.
Kehadiran para siswa yang mengenakan seragam lapangan lengkap dengan helm taktis di tengah warga disambut hangat oleh masyarakat lokal. Warga merasa terbantu dengan bantuan logistik dan aksi gotong–royong kebersihan lingkungan yang dilakukan.
Interaksi hangat antara warga dan para calon polisi ini memperlihatkan sisi humanis dari proses gemblengan doktrin kepolisian.
Usai menuntaskan aksi sosial dan menjalani istirahat, salat, dan makan (isoma), para siswa kembali melanjutkan etape kedua perjalanan. Rute lanjutan menembus kawasan Cibilik, Bodogol, hingga Kampung Lengkong, sebelum akhirnya kembali menuntaskan ekspedisi di markas SPN Polda Metro Jaya.
Melalui perpaduan gemblengan fisik dan pengabdian masyarakat ini, lahirnya generasi Bhayangkara muda yang tangguh, berkarakter humanis, serta berdedikasi tinggi untuk negeri bukan lagi sekadar harapan, melainkan sebuah kesiapan nyata. (*)