Yang sedang ramai dicari 🔥

Masyarakat Korban Oli Palsu Apresiasi Polres Metro Jakbar Gulung Komplotan Pembuat Oli Palsu

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Masyarakat Korban Oli Palsu Apresiasi Polres Metro Jakbar Gulung Komplotan Pembuat Oli Palsu
Seorang warga bernama Didik Sunarko yang pernah menjadi korban oli palsu mengapresiasi upaya polisi dalam melindungi masyarakat pengguna sepeda motor dari peredaran oli palsu. Foto: 110news.com/newsline/

JAKARTA – Masyarakat yang jadi korban oli palsu menyatakan kegembiraannya Polres Metro Jakarta Barat berhasil menggulung komplotan pembuat dan pengedar oli palsu skala besar.

Jajaran Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menyita 5 ton oli palsu di sebuah gudang di Cengkareng Jakarta Barat.

Pengungkapan tersebut disampaikan Kapolres Jakarta Barat Kombes Nasriadi didampingi Wakapolres  AKBP Rezi Dharmawan, Kasat Reserse Kriminal AKBP Arfan Zulkan Sipayung, Wakasat Reskrim Kompol Raden Dwi Kennardi dan Kanit Kriminal Khusus AKP Edi Budi Wibowo dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Komplotan pembuat oli palsu ini telah merugikan puluhan ribu pengguna sepeda motor. Dari perhitungan matematis, 5 ton oli setara 5.882 liter. Jika oli ini beredar, maka dampaknya akan merugikan lebih dari 5 ribu pengguna motor.

Produksi oli palsu di gudang Cengkareng sudah  berlangsung lebih dari 2  tahun dengan puluhan ribu pengguna sepeda motor dirugikan.

Keberhasilan Polres Metro Jakbar direspons positif masyarakat. Seorang warga bernama Didik Sunarko mengapresiasi upaya polisi dalam melindungi masyarakat pengguna sepeda motor.

“Saya korban langsung oli palsu. Mereka ini komplotan penjahat besar. Bukan saja penjara, tetapi neraka tempat mereka seharusnya,” kata Didik Sunarko saat dimintai pendapat Tim 110news.com/newsline/, di Pasar Minggu, Jaksel, Kamis (3/9/2026) di

Didik Sunarko yang sehari-hari dipanggil jenderal oleh rekan-rekannya karena perawakan tinggi tegap, tak tahan meluapkan kekesalannya pada komplotan pembuat oli palsu.

Ia menceritakan salah satu momen paling getir dalam hidupnya. Pada awal tahun 2026, ia hendak mengantarkan putra semata wayangnya menuju Puncak untuk kemping menggunakan Yamaha Nmax dari rumahnya di Ciledug.

Didik Sunarko menyebut mengantarkan putra satu-satunya ke tempat kemping, akan menjadi kenangan manis dalam hubungan akrab antar ayah dan anak.

“Ya jelas dong. Hobi kemping anak saya ini menurun dari saya. Jadi ketika hobi sama, ya saya sebagai ayah senang bukan main. Hobi kemping ini bagus, melatih mental agar tangguh,” ceplos Didik Sunarko sambil mengepulkan asap rokok kretek ke udara.

Karena akan melewati rute penuh tanjakan ke Puncak, ia memesan oli lewat belanja online. Ia mengganti oli sendiri

“Habis Maghrib oli pesanan datang, saya kuras ori lama dan oli baru saya masukan,” ceplos Didik Sunarko.

Sebenarnya ia sempat terkejut mengetahui ada yang aneh di oli yang ia masukkan ke mesin motornya.

“Ada semacam pasir, jadi nggak bersih oli itu,” tutur Didik Sunarko.

Namun karena waktu sudah beranjak malam, ia meneruskan memasukkan semua oli mesin. “Ya kan nanggung, dalam pikiran saya ntar habis ke Puncak langsung ganti lagi,” ujar Didik Sunarko.

Ia pun bersama anak lelakinya naik ke motor. Gembolan besar peralatan kemping memenuhi punggung anaknya.

Didik Sunarko dan putranya melaju ke arah Puncak Bogor sekitar pukul 19.00 malam. Namun ketika sampai di Parung, motor Nmax mogok total.

Mogok dalam situasi malam hari bersama putranya yang membawa gembolan besar hendak menuju tempat kemping benar-benar menjadi kisah getir sepanjang hidup. Ia harus mendorong motor jauh karena kesulitan menitipkan motor ke rumah warga.

Ia baru bisa menitipkan motor setelah mendapati toko tempat perbelanjaan. Dengan izin pengola, ia akhirnya bisa menitipkan motor mogok.

“Jelas gegara oli palsu, komplotan pembuat oli palsu benar-benar bedebah. Neraka jahanam tempatnya,” cocor Didik Sunarko kembali meluapkan emosinya.

Didik Sunarko memutuskan kembali ke rumah bersama anaknya. Acara kemping anaknya pun sementara batal.

Untuk menghibur putranya, ia menyelipkan kata-kata bijak meski hatinya kesal bukan main gegara dikerjain komplotan oli palsu.

“Jadi begini Nak, tak semua perjalanan hidup ini mulus. Kadang ada saja hambatan, terpenting kita siap dan ikhlas menerima. Semua akan baik-baik saja,” tutur Didik Sunarko menghibur putra remajanya.

Keduanya kemudian pulang naik angkot. Sesampainya di rumah ia meminjam mobil minibus Daihatsu Grand Max untuk membawa pulang motor di Parung. Sang putra ikut juga.

“Saya pelajari di YouTube cara memasukkan motor ke minibus. Akhirnya motor kita bawa ke bengkel,” lanjut Didik Sunarko sambil mencari-cari korek api yang ternyata terselip di bawah piring tempat mendoan yang menemaninya ngopi di Warung Mpok Ila di Pasar Minggu Jaksel.

Bengkel akhirnya membongkar mesin yang rusak akibat oli palsu. “Mesinnya baret-baret di dalam dan piston macet. Benar-benar laknat oli palsu,” sembur Didik Sunarko.

Ia menyampaikan rasa puas saat membaca berita di 110news.com/newsline/ bahwa Polres Metro Jakbar menggulung komplotan oli palsu.

“Terima kasih Bapak Polisi, oli palsu ini membuat kami menderita. Penjarakan mereka,” seru Didik Sunarko.