JAKARTA ā Polri mengarahkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya pada edukasi lapangan, melainkan pada pembenahan manajemen operasi pencegahan secara intensif. Langkah ini ditempuh dengan menerjunkan 322 perwira tingkat menengah hingga puncak yang tergabung dalam Satgas Edukasi Karhutla Gelombang Kedua ke enam Kepolisian Daerah (Pold) mulai Senin (7/9/2026).
Para personel yang dikirim mencakup 64 peserta Sespimti, 207 peserta Sespimmen, 29 peserta Sekolah Pembentukan Perwira Komando, serta 22 pendamping. Selama sepuluh hari, seluruh peserta bertugas dalam koridor Kuliah Kerja Dalam Negeri dan Praktik Kerja Lapangan untuk mengkaji persoalan di wilayah terdampak, menyusun konsep operasi antisipatif, serta merumuskan pola pencegahan yang adaptif terhadap karakteristik setiap daerah.
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjun Pol. R.Z. Panca Putra mengatakan pelibatan jajaran perwira ini bertumpu pada peran strategis eselon manajerial dalam merumuskan pemecahan masalah secara komprehensif.
“Karena mereka sudah menduduki pada eselon manajerial tingkat puncak, Sespimti, menengah untuk Sespimmen, dan SPPK, kita harapkan tidak hanya sekadar melakukan edukasi, tapi melakukan evaluasi dan mempelajari apa permasalahan-permasalahan yang dihadapi di masing-masing wilayah sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Komjen Pol. Panca usai pembekalan di Gedung Bhadawa STIK-PTIK, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Dia menjelaskan temuan serta data lapangan dari para peserta didik akan diolah menjadi bahan masukan ilmiah bagi Polri, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat. Formulasi tersebut ditargetkan mampu menghasilkan standar prosedur operasional baru yang responsif terhadap dinamika ancaman Karhutla pada masa mendatang.
“Kelak setelah nanti mereka kembali, mereka akan memberikan masukan secara intensif dari pendekatan keilmuan dan pendekatan konsep operasi yang diharapkan nanti menjadi masukan kita juga, baik ke Polri maupun kepada pemerintah daerah dan pusat,” kata Komjen Pol. Panca.
Penguatan sisi perencanaan operasi ini berjalan sejajar dengan kesiapan taktis instansi kepolisian.
Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen Pol. Roycke Harry Langie menyatakan Polri menyiagakan Operasi Amanusa II khusus bencana alam yang siap ditingkatkan skala pengerahannya seiring perkembangan kondisi di lapangan.
“Ketika melihat eskalasi yang ada maka sesuai perintah Bapak Kapolri, kita akan melakukan penggelaran Operasi Amanusa II secara terpusat dengan melibatkan seluruh satuan fungsi yang ada di Kepolisian,” kata Komjen Pol. Roycke. (*)