BALI – Satgas Pangan Polda Bali bersama instansi terkait menyisir seluruh rantai distribusi beras di kawasan Denpasar untuk mengantisipasi gejolak lonjakan harga nasional dan menutup celah permainan spekulan.
Sidak yang digelar pada Rabu (9/9/2026) ini menyasar berbagai lini vital, mulai dari tingkat penggilingan padi UD Padma Sari, gudang distributor Sumber Pangan, ritel modern Grand Lucky, hingga pengecer di Toko Sinar Pasar Kreneng.
Petugas menelusuri alur pasokan guna memastikan harga jual tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) serta menggaransi stok di pasaran tetap melimpah untuk kebutuhan warga Bali.
Langkah preventif itu dipimpin Kepala Tim Satgas Pangan Polri Wilayah Bali Kombes Pol. Jon Wesly Arianto bersama Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Bali AKBP William W. Sitorus.
Polisi tidak akan menoleransi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan tidak sah dari komoditas pangan pokok masyarakat tersebut.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy menjelaskan, sidak lapangan ini dipicu tren kenaikan harga beras secara nasional berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI per 8 September 2026. Beras premium naik 0,08 persen dan beras medium naik 0,16 persen.
“Berbekal data tersebut, Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Bali bersama instansi terkait turun langsung memantau perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan beras di pasaran,” ujar Ariasandy.
Dia menambahkan, kepolisian siap mengambil tindakan tegas dan berjenjang terhadap para pelaku usaha yang terbukti melakukan penimbunan maupun penyimpangan distribusi.
“Sanksi bagi pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran dapat diberikan mulai dari teguran tertulis hingga langkah lebih tegas berupa pencabutan izin usaha. Dengan pengawasan langsung di lapangan, Polda Bali bersama instansi terkait berharap kenaikan harga beras dapat dikendalikan sehingga tidak membebani masyarakat dan kebutuhan pangan masyarakat Bali tetap terpenuhi,” tegasnya. (*)