Aksi Nyata Polisi Padamkan Karhutla di Tepi Jurang Semeru

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Aksi Nyata Polisi Padamkan Karhutla di Tepi Jurang Semeru
Personel Polres Lumajang memimpin evakuasi ratusan pendaki dan memadamkan kebakaran hutan di Gunung Semeru. (Foto: Istimewa)

LUMAJANG – Polres Lumajang terjun langsung ke garis depan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Tak sekadar memberikan instruksi dari pos komando, aparat penegak hukum ini secara fisik merangsek masuk ke medan ekstrem demi mencegah meluasnya kerusakan ekosistem dan melindungi masyarakat.

Aksi nyata di lapangan ini memperlihatkan para personel berseragam yang tak ragu berhadapan dengan bara api. Bersama Polsek Senduro, aparat kepolisian memimpin kolaborasi dengan Koramil Senduro, BPBD, TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan desa setempat untuk menyekat laju api di dua titik paling kritis: Ranu Kembang di Blok Ayek-Ayek dan Ledok Bedor.

“Dengan alat manual, personel Polres Lumajang bersama petugas gabungan melakukan upaya penyekatan dan pemadaman api secara manual mengingat medan yang terjal serta tebing curam,” kata Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, Jumat (28/8/2026).

Keterbatasan alat tidak menyurutkan langkah kepolisian. Di tengah tiupan angin dan topografi tebing jurang yang berbahaya, para polisi menginisiasi pembuatan sekat pembatas dan memukul mundur api yang membakar vegetasi murni menggunakan batang serta ranting pohon.

Di area Ledok Bedor, strategi taktis diterapkan dengan fokus memadamkan satu dari tiga titik api yang mengarah ke B-29 hingga tuntas, sebelum pasukan bergeser ke titik lainnya agar keselamatan personel tetap terjaga.

polisi juga berperan aktif dalam operasi penyelamatan nyawa. Saat api semakin membesar dan kawasan Ranu Kembang kian sulit dijangkau, kepolisian bergegas mengamankan jalur evakuasi bagi para wisatawan.

“Sebanyak 172 pendaki dari Ranu Kumbolo sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Untuk jalur pendakian saat ini dinyatakan ditutup total,” ujar AKBP Riki.

Polisi menyadari dedikasi pasukan darat memiliki batas menghadapi luasnya area kebakaran. Sebagai bentuk tanggung jawab atas keselamatan lingkungan dan timnya, Kapolres Lumajang mendorong opsi penggunaan helikopter untuk pemadaman udara (water bombing) guna menuntaskan titik-titik api yang kini di luar jangkauan manusia. (*)