TANGERANG SELATAN, 110 News— Duka dan empati Polres Tangsel atas musibah ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel. Kapolres AKBP Boy Jumalolo melayat ke rumah Riko Eka Putra, seorang korban meninggal.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo, Kamis, memimpin langsung jajarannya untuk bersilaturahmi dan menguatkan keluarga yang sedang dirundung kesedihan mendalam.
Kedatangan Kapolres dan jajaran untuk memberikan dukungan moril secara langsung kepada keluarga almarhum.
AKBP Boy Jumalolo mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam seraya mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan.
“Kami atas nama keluarga besar Polres Tangerang Selatan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar AKBP Boy Jumalolo saat menemui pihak keluarga.
Selain menyampaikan belasungkawa, AKBP Boy Jumalolo menyempatkan diri berdialog dengan anggota keluarga korban guna memantau kondisi serta mendengarkan berbagai kebutuhan mereka pascakejadian.
Komunikasi langsung ini memastikan bahwa jajaran kepolisian tetap memberikan perhatian terhadap keluarga korban, sembari terus bekerja keras menjalankan proses penyelidikan secara profesional guna mengungkap penyebab pasti di balik peristiwa tersebut.
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan bahwa langkah kemanusiaan yang diambil oleh Kapolres Tangerang Selatan selaras dengan prinsip Polisi Bersama Masyarakat.
Prinsip tersebut senantiasa mengedepankan nilai-nilai kepedulian, empati yang tinggi, serta tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga.
“Dalam semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya. Ketika warga tertimpa musibah, yang mereka butuhkan bukan hanya penanganan peristiwa, tetapi juga perhatian, kepastian informasi, dan dukungan untuk melewati masa sulit,” ungkap Kombes Pol. Budi Hermanto memperkuat makna kehadiran aparat di tengah warga.
Berdasarkan catatan dan data Polres Tangsel, terdapat 13 korban. Sebanyak 11 orang jadi korban luka dan 2 orang korban meninggal.
Hingga kini, jajaran kepolisian terus mendalami seluruh rangkaian peristiwa tersebut secara cermat dan teliti guna memastikan keakuratan fakta hukum, tanpa mengabaikan aspek penghormatan terhadap hak dan kondisi psikologis keluarga korban yang masih berduka.