TANGSEL, 110 News – Satuan Brimob Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 50 personel gabungan untuk mengamankan dan menangani dampak insiden ledakan keras yang mengguncang area pertokoan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan.
Langkah cepat ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan di sekitar tempat kejadian perkara sekaligus mendukung proses penanganan pascaledakan yang terjadi pada Rabu malam, 14 Oktober 2026.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, mengonfirmasi pengiriman puluhan anggota gabungan tersebut langsung menuju titik lokasi. Pasukan pengamanan ini terdiri dari 20 personel patroli Batalyon C Pelopor, 20 personel Tim Search and Rescue (SAR) Batalyon C Pelopor, serta 10 personel Unit Komposit Detasemen Gegana. Seluruh petugas berfokus melakukan penyisiran ketat di area terdampak, menjalankan prosedur sterilisasi wilayah, hingga membantu proses evakuasi para korban.
“Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan memastikan proses penanganan dapat dilakukan dengan cepat, aman, dan terkoordinasi,” ujar Henik kepada wartawan saat memberikan keterangan mengenai pengerahan anggotanya.
Peristiwa ledakan hebat tersebut mencatatkan total 13 orang korban. Insiden ini merenggut dua nyawa warga, yakni korban atas nama Riko dan Achmad Tri Prasetyo. Sementara itu, 11 orang warga lainnya mengalami luka-luka dan langsung menjalani perawatan medis secara intensif yang terbagi di tiga fasilitas kesehatan terdekat, meliputi Rumah Sakit Fatmawati, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan, serta Rumah Sakit Sari Asih Ciputat.
Dari keseluruhan korban luka-luka, tim medis mendata sebanyak empat orang berada dalam kondisi luka berat. Dua di antara korban luka berat tersebut, yaitu Andri dan Andre, mengalami menderita luka bakar serius yang mencapai 90 persen di tubuh mereka.
Di sisi lain, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri langsung memberikan kepastian mengenai penyebab utama ledakan di kawasan ruko pertokoan Pasar Cimanggis tersebut. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tahap awal yang melibatkan Tim Penjinak Bom (Jibom), kepolisian memastikan bahwa ledakan keras tersebut tidak berasal dari ledakan bom.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, menyampaikan kepastian informasi tersebut setelah mendatangi dan memeriksa lokasi pada Kamis, 15 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa area ruko yang terdampak merupakan tempat penyimpanan buah.
“Gudang penyimpanan buah, dan hasil olah TKP dengan Jibom dan sebagainya, ini bukan bom. Ya, ini bukan bom,” tegas Susatyo saat menyampaikan temuan awal tim kepolisian di lapangan.
Susatyo menambahkan, tim penyidik mendapati sejumlah tabung gas berada di dalam ruko penyimpanan buah tersebut. Meskipun demikian, aparat kepolisian masih terus melakukan proses penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi penyebab pasti yang memicu timbulnya ledakan.
Kondisi bangunan serta lingkungan di lapangan saat ini belum memungkinkan bagi tim penyidik untuk menggelar olah TKP lanjutan secara menyeluruh, sehingga fokus utama kepolisian sementara ini berada pada tahapan penanganan awal dan pengamanan area.