JAKARTA β Polri mengambil sudut pandang pemenuhan hak publik secara setara dalam mengimbau massa aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR RI untuk mengakhiri kegiatan secara tertib seiring bergantinya hari menuju malam.
Langkah pengamanan ini berfokus pada keseimbangan antara kemerdekaan menyampaikan pendapat dengan hak masyarakat umum yang membutuhkan aksesibilitas ruang publik untuk kembali beraktivitas serta beristirahat dengan nyaman.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan polisi tidak melihat imbauan pembubaran ini sebagai pembatasan kebebasan bersuara, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak warga kota lainnya.
Menjelang malam hari, mobilitas masyarakat urban dan pengguna jalan yang hendak pulang berinteraksi langsung dengan pemanfaatan fasilitas umum di area tempat penyampaian aspirasi berlangsung.
βPolri menghormati setiap penyampaian aspirasi yang dilakukan masyarakat. Namun, ketika waktu sudah memasuki malam hari, kami mengajak saudara-saudara yang masih berada di lokasi untuk bersama-sama mengakhiri kegiatan dengan tertib dan memberikan ruang kepada masyarakat lainnya untuk menjalankan aktivitas dengan nyaman,β ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Kamis (27/8/3026).
Dia mengatakan keharmonisan di ruang publik hanya bisa dicapai ketika kepentingan seluruh elemen masyarakat bergerak secara seimbang. Dalam konteks ini, apresiasi juga dialamatkan kepada peserta aksi dan elemen organisasi seperti AMPB yang telah menunjukkan kedewasaan berdemokrasi melalui pemeliharaan ketertiban sepanjang siang hingga sore hari.
βKami mengapresiasi seluruh masyarakat dan AMPB yang telah ikut menjaga situasi tetap tertib. Mari kita pertahankan suasana yang aman dan nyaman dengan saling menghormati kepentingan satu sama lain,β tuturnya.
Melalui pendekatan pengamanan yang humanis dan berperspektif ruang publik inklusif, Polri berharap proses kepulangan massa menuju rumah masing-masing berjalan aman tanpa mengganggu ketenteraman umum. (*)