SURABAYA, 110 News – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono langsung membuat gebrakan di hari pertama bertugas.
Irjen Dekananto mencanangkan Jatim bersih dari peredaran obat keras daftar G yang menjadi stimulan kerusuhan, tawuran, dan gangguan Kamtibmas.
Tekad Irjen Dekananto dicanangkan saat memberikan sambutan usai prosesi pedang pora di Mapolda Jatim, Surabaya, Minggu (11/10/2026).
Prosesi Pedang Pora diadakan jajaran personel Polda Jawa Timur untuk menyambut Irjen Dekananto Eko Purwono sebagai Kapolda Jatim yang baru menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto.
“Salah satu atensi saya adalah peredaran obat keras daftar G. Saya pastikan Jawa Timur harus zero atau bersih dari obat-obatan tersebut, di samping yang utama, bersih dari narkoba,” kata Dekananto, mantan Wakapolda Metro Jaya ini.
Dekananto menegaskan bahaya obat daftar G yang disalahgunakan dan berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Obat daftar G menjadi stimulan-stimulan anak-anak muda untuk melakukan kerusuhan dan tawuran,” tandas Dekananto yang dikenal ahli di bidang intelejen dan keamanan ini.
Polda Jatim mencatat tingginya peredaran daftar G yang disalahgunakan. Direktorat Reserse Narkoba bersama polres jajaran menyita sebanyak 1.079.746 butir obat keras selama Juli hingga September 2026.
Sedangkan pada semester pertama 2026, Polda Jatim mencatat menyita sebanyak 3.653.382 butir obat keras berbahaya.
Dengan demikian, berdasarkan kedua laporan tersebut, total obat keras yang disita selama Januari hingga September 2026 mencapai 4.733.128 butir atau lebih dari 4,7 juta butir.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya tantangan dalam upaya menekan peredaran obat keras ilegal. Polda Jatim bersama jajaran berkomitmen melanjutkan penindakan untuk mencegah penyalahgunaan obat-obatan yang dapat membahayakan masyarakat.
Selain menekankan pemberantasan obat keras, Dekananto juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian yang humanis, profesional, dan terbuka terhadap kritik masyarakat.
Ia mengajak masyarakat menyampaikan masukan apabila menemukan tindakan atau pelayanan kepolisian yang dinilai kurang tepat. Menurutnya, kritik tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja seluruh jajaran Polda Jatim.
“Apabila saya dan seluruh jajaran Polda Jawa Timur melakukan hal-hal yang kurang berkenan atau kurang tepat dalam bertindak, saya mohon dimaafkan dan diberikan koreksi. Kami akan merespons dan menindaklanjuti masukan tersebut,” katanya.
Dekananto juga menegaskan akan meneruskan program-program positif yang telah dijalankan Kapolda Jatim sebelumnya, Irjen Pol. Nanang Avianto, demi menjaga kesinambungan pelayanan dan pelaksanaan tugas kepolisian.
“Banyak hal positif yang sudah diperkuat dan ditinggalkan oleh Irjen Pol Nanang Avianto untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Timur. Tentu saya akan melanjutkan hal-hal positif tersebut,” ujarnya.
Dekananto menilai keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian membutuhkan kekompakan seluruh personel serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Ia menyatakan siap menjalankan amanah sebagai Kapolda Jatim dengan mengedepankan semangat pengabdian, profesionalisme, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Saya dan keluarga mohon diterima oleh seluruh warga Jawa Timur. Insyaallah, dari lubuk hati yang paling dalam, saya akan berusaha menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur,” katanya.
Melalui penguatan penegakan hukum, peningkatan kualitas pelayanan, dan sinergi dengan masyarakat, Polda Jatim berharap situasi keamanan dan ketertiban di Jawa Timur tetap terjaga serta generasi muda terlindungi dari dampak penyalahgunaan obat keras.