JAKARTA, 110 News – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan totalitas Indonesia menangani karhutla (kebakaran hutan dan lahan).
Suhu ekstrem dan kekeringan melanda wilayah Indonesia akibat fenomena El Nino. Akibatnya terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura mengeluhkan asap tebal Karhutla yang berhembus dari Indonesia. Di Indonesia sendiri, Karhutla juga membuat sejumlah penerbangan sipil dihentikan.
Keberadaan lahan gambut menjadi tantangan besar. Meskipun di permukaan lahan, api sudah padam, namun di kedalaman bumi, bara api masih tersimpan di tanah gambut. Akibatnya karhutla sangat sulit dipadamkan.
Totalitas Indonesia dalam menangani karhutla disampaikan Jenderal Listyo Sigit. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah, termasuk Manggala Agni, dan masyarakat untuk bersama-sama memadamkan karhutla.
“Presiden telah memerintahkan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat. Semua untuk bersama-sama menyelesaikan dan melakukan langkah-langkah yang terbaik untuk penyelesaian Karhutla,” tegas Jenderal Lityo Sigit.
Dalam pemadaman karhutla, Indonesia menerjunkan Satgas darat dan Satgas udara. “Lengkap dari Satgas udara dan Satgas darat,” imbuh Listyo Sigit.
Satgas udara melakukan pemadaman dengan menyemprotkan air dari pesawat dan melakukan Operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu menurunkan hujan.
Tak hanya penanganan pemadaman, langkah pencegahan dan penindakan hukum juga dilakukan agar tidak ada lagi pihak yang membakar hutan dan lahan.
Sedangkan untuk solusi jangka panjang, Indonesia menguatkan Badan Restorasi Gambut. Tujuannya, agar Badan Restorasi Gambut agar Karhutla bisa diminimalkan.
“Mempersiapkan Badan Restorasi Gambut untuk menjadi badan yang lebih fleksibel untuk ke depan menghadapi dan mencegah agar karhutla betul-betul bisa diminimalkan,” terang Listyo Sigit.
Karhutla sudah berlangsung selama 4 bulan di banyak kawasan terutama di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
Petugas pemadaman Karhutla juga mulai terdampak kesehatan karena terpaksa asap secara terus menerus meski sudah menggunakan perlengkapan keamanan.