JAKARTA – Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi salah satu Kapolri legendaris. Karakternya yang kuat membawa Polri semakin solid di tengah dinamika zaman.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Polri sejak 27 Januari 2021 hingga sekarang. Jenderal Listyo Sigit mendapat amanah dari Presiden RI memimpin Polri sudah lebih dari 5 tahun. Stabilitas keamanan dan ketertiban yang terjaga menjadi salah satu pertimbangan utama Presiden RI.
Rupanya karakter kuat Jenderal Listyo Sigit ikut terbentuk di Pramuka. Ia sudah menjadi anggota Pramuka sejak SD hingga SMA.
Pengakuan Jenderal Listyo Sigit sebagai anggota Pramuka dari SD hingga SMA disampaikan saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ribuan anggota Pramuka dan keluarga besar PUI. Tak hanya dirinya, Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan sejumlah pejabat Polri juga jadi anggota Pramuka saat muda dan kini menjadi perwira tinggi.
“Kakak Kapolri ini juga menjadi salah satu anggota Pramuka, mulai dari SD, dari Siaga, sampai dengan SMA saya ikut Gerakan Pramuka,” kata Kapolri menyebut diri sebagai Kakak dan menyapa peserta dengan sebutan adik-adik Pramuka.
Kapolri mengungkapkan Pramuka bukan sekadar tempat berkumpul dan berkegiatan, tetapi merupakan wadah strategis untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keterampilan, kepedulian, semangat gotong royong, serta kemampuan bersosialisasi.
“Bekal tersebut akan sangat bermanfaat ketika para anggota Pramuka memasuki dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat,” jelas Kapolri.
Karena itu Kapolri menilai pilihan generasi muda untuk bergabung dengan Pramuka merupakan langkah yang tepat dalam mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Ia un menyampaikan pesan motivasi kepada para peserta bahwa pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Pramuka dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita.
“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” ujarnya.
Kapolri kemudian mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Kemudahan memperoleh informasi dan pengetahuan harus dimanfaatkan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, serta menghasilkan berbagai hal positif.
Namun, kemajuan teknologi juga membawa berbagai risiko. Karena itu, Kapolri meminta generasi muda untuk mewaspadai judi online, narkoba, tawuran, keterlibatan dalam geng, berbagai bentuk kejahatan, serta penyebaran paham negatif melalui media sosial yang dapat merusak masa depan.
Kapolri menekankan pentingnya menjaga nilai kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. Menurutnya, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia turut mengapresiasi PUI yang sejak sebelum kemerdekaan konsisten menjaga semangat Islam wasathiyah dan komitmen terhadap NKRI.