Jatim Barometer Keamanan Nasional, Kapolri Gelar Rangkaian Silaturahim di Jombang dan Surabaya

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Jatim Barometer Keamanan Nasional, Kapolri Gelar Rangkaian Silaturahim di Jombang dan Surabaya
Kapolri didampingi Kabaharkam Komjen Pol Herry Heryawan dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono serta para pejabat Polri lainnya saat ziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Kabupaten Jombang. (Foto: doc. Humas Polri)

SURABAYA, 110 News – Jawa Timur (Jatim) selalu dipandang sebagai barometer keamanan nasional dengan sejarah kuat, basis massa religius dan nasionalis yang kuat serta aktivitas industri yang masif.

Pentingnya posisi Jatim disadari betul oleh Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Tak heran, Jatim menjadi daerah yang pertama-tama dikunjungi Kapolri dalam rangkaian silaturahmi.

Silaturahmi diawali Jenderal Suyudi Ario Seto ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng sekaligus berziarah ke makam Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).

Kapolri didampingi Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Herry Heryawan dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono serta para pejabat Polri lainnya.

Setibanya di lingkungan Ponpes Tebuireng, Kapolri terlebih dahulu menunaikan ibadah Salat Zuhur di masjid pondok. Selanjutnya, Kapolri bersama rombongan menuju kompleks pemakaman untuk berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto silaturahmi ke Ponpes Tebu Ireng Jombang. (Foto: doc. Polri)

Kapolri bersama rombongan memanjatkan doa dan melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada Gus Dur, salah satu tokoh bangsa yang dikenal memiliki peran penting dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, toleransi, dan keberagaman.

Resmikan Desk Ketenagakerjaan Polri Tingkat Polres di Jombang

Kapolri melanjutkan silaturahmi di Jombang dengan meresmikan Desk Ketenagakerjaan Polri tingkat Polres di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2026).

Peresmian tersebut merupakan bagian dari upaya Polri memperkuat pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya para pekerja, melalui penyediaan ruang konsultasi, pengaduan, fasilitasi, serta koordinasi terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan sesuai dengan kewenangan Polri dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Pejabat Utama Mabes Polri, Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jawa Timur, Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, serta perwakilan berbagai serikat pekerja/buruh.

Kapolri Jenderal Suyudi, Gubernur Jatim Khofifah, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto meresmikan Desk Tenaga Kerja Polri di tingkat Polres di Jombang. Foto: doc. Polri

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri menyerahkan 1.000 paket bantuan sosial berupa sembako kepada para pekerja.

Kapolri meninjau pelaksanaan bakti kesehatan gratis yang menyediakan berbagai layanan, antara lain pemeriksaan mata, laboratorium dasar, tekanan darah, rekam jantung (EKG), pemeriksaan THT, serta pemberian obat-obatan bagi pekerja yang membutuhkan.

Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa perluasan Desk Ketenagakerjaan hingga tingkat kewilayahan merupakan wujud komitmen Polri untuk memberikan pelayanan serta mengawal perlindungan hak-hak pekerja.

“Hari ini kita baru saja meresmikan Desk Ketenagakerjaan tingkat kewilayahan. Layanan ini diluncurkan secara serentak pada 35 kesatuan kewilayahan di bawah naungan 14 Polda,” ujar Kapolri.

Kapolri menjelaskan, Desk Ketenagakerjaan diharapkan menjadi salah satu kanal bagi pekerja untuk memperoleh konsultasi, menyampaikan pengaduan dan aspirasi, serta mendapatkan fasilitasi dan koordinasi dengan instansi terkait sesuai kewenangan masing-masing.

Kapolri mengungkapkan, sejak tahun 2025 hingga Oktober 2026, Polri telah memfasilitasi 10.973 pekerja untuk kembali mendapatkan mata pencaharian. Selain itu, melalui sinergi dengan berbagai pihak, pemenuhan hak-hak finansial pekerja yang sebelumnya tertahan juga berhasil difasilitasi dengan nilai mencapai Rp70,28 miliar.

Menurut Kapolri, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi pekerja/buruh, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut perlu terus diperkuat agar perlindungan terhadap pekerja dapat berjalan beriringan dengan keberlangsungan dunia usaha serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis.

“Kami terus bersinergi agar perlindungan buruh dan keberlanjutan bisnis tetap seimbang. Harapan kami, Desk Ketenagakerjaan di Polres Jombang serta Polres lainnya dapat menjadi pilot project bagi pengembangan layanan serupa di seluruh pelosok Tanah Air,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden KSPSI sekaligus Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan, Andi Gani Nena Wea, menyampaikan apresiasi atas komitmen Kapolri dalam memperluas pelayanan Desk Ketenagakerjaan hingga tingkat kewilayahan.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolri. Hanya dalam waktu delapan hari, beliau langsung mengeksekusi langkah konkret ini hingga Desk Ketenagakerjaan resmi beroperasi hari ini,” ungkap Andi Gani.

Silaturahmi Rais Aam PBNU di Surabaya

Dari Jombang, Kapolri Jenderal Suyudi Ario kemudian menuju Surabaya untuk silaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan Pondok Pesantren Miftachussunah, Surabaya, Sabtu (17/10/2026).

Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh KH Miftachul Akhyar. Dalam kegiatan tersebut, Kapolri didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, serta sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri.

Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan komunikasi antara Polri dengan para ulama serta tokoh agama.

Kegiatan silaturahmi juga mencerminkan pentingnya kebersamaan antara Polri dan elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

Ulama dan tokoh agama memiliki peran penting di tengah masyarakat, termasuk dalam menyampaikan pesan-pesan kesejukan, memperkuat persaudaraan, serta merawat toleransi dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Redaksi 110news
Mada Mahfud

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.