Jejak Irjen Pol. Adex Yudiswan, dari Hutan Latimojong hingga Menjaga Ibu Kota Jakarta

Ikuti Saluran 110News di WhatsApp
Jejak Irjen Pol. Adex Yudiswan, dari Hutan Latimojong hingga Menjaga Ibu Kota Jakarta
Irjen Pol. Adex Yudiswan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menunjuk Adex Yudiswan sebagai Wakapolda Metro Jaya menggantikan Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono. Rotasi yang tertuang dalam Surat Telegram Nomor 2205/XKEP./2026 dan Keputusan Kapolri Nomor Kep/1532/X/2026 tertanggal 2 Oktober 2026 ini membawa angin segar bagi penegakan hukum di ibu kota.

Promosi ini sekaligus menambah bintang di pundak Adex menjadi dua atau Inspektur Jenderal (Irjen). Jabatan ini strategis mengingat Polda Metro Jaya merupakan satu-satunya polda di Indonesia yang menyandang status A Khusus, dimana komando dijabat oleh jenderal bintang tiga dan wakilnya dijabat oleh jenderal bintang dua.

Sebelum mengemban tugas penting di jantung negara, Irjen Pol. Adex Yudiswan menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri.

Pria kelahiran Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, pada 3 Desember 1974 ini merupakan abituren Akademi Kepolisian tahun 1996 yang memiliki jam terbang tinggi di bidang reserse.

Namun, di balik seragam dan ketegasannya dalam memberantas kejahatan, Adex menyimpan kisah pengabdian luar biasa yang menjadi bukti nyata dari semboyan Polri: Polisi bersama masyarakat, melindungi, mengayomi, dan melayani.

Dedikasi tanpa batas itu terekam dalam ingatan publik ketika dia menjabat sebagai Kapolres Luwu, Polda Sulawesi Selatan. Saat itu, Adex menjadi sorotan nasional saat memimpin langsung pencarian dan evakuasi pesawat Aviastar rute Masamba-Makassar yang jatuh di Hutan Latimojong, Pegunungan Bajaja.

Di tengah medan yang ekstrem, beredar sebuah foto viral yang memperlihatkan Adex tengah menggendong jenazah bayi korban jatuhnya pesawat menggunakan kain sarung, sembari membawa puing bertuliskan “Aviastar”. Aksi ini bukan sekadar tugas, melainkan panggilan kemanusiaan seorang pengayom masyarakat sejati.

Perjuangan di Pegunungan Bajaja itu tidaklah mudah dan menuntut ketahanan fisik serta mental yang luar biasa. Saat memimpin pencarian, Adex dan timnya kehabisan logistik makanan dan air sejak Senin siang. Demi bertahan hidup dan menuntaskan misi kemanusiaan tersebut di pedalaman hutan, dia terpaksa memakan pucuk pohon palem dan meminum air dari batang rotan.

“Hari Selasa sekitar pukul 12.00 siang, baru kami minum air. Itupun kami minum air sungai,” kata Adex saat menceritakan kembali perjuangannya dalam mengevakuasi para korban tragedi tersebut beberapa waktu lalu.

Sepak terjang dan ketangguhan mental inilah yang menempa karier cemerlangnya di kepolisian. Berbagai jabatan strategis telah sukses dia emban, mulai dari Kapolres Luwu, Kapolres Gresik, Wakapolres Metro Jakarta Barat, hingga Dirreskrimsus Polda Kalteng.

Kiprahnya semakin diperhitungkan saat dia ditarik ke Mabes Polri sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim, Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim, Kabagpinludagri Rojakstra Srena Polri, Karojakstra Stamarena Polri, hingga akhirnya menjabat Dirtipidsiber Bareskrim.

Kini, dengan rekam jejak yang paripurna dari garis depan evakuasi kemanusiaan hingga pemberantasan kejahatan siber, Irjen Pol. Adex Yudiswan bersiap mendampingi Kapolda Metro Jaya dalam menjaga detak jantung ibu kota. Sosoknya menjadi representasi utuh bahwa Polri senantiasa hadir dan berbaur bersama masyarakat, siap melayani dalam kondisi paling sulit sekalipun. (*)

Redaksi 110news
Sapar Siregar

Jurnalis peliputan fakta hukum, kamtibmas, dan profil tokoh kepolisian & kemasyarakatan.