JAKARTA, 110 News – Mengintip sisi humanis Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, SIK, M.Hum, MM, yang tepergok asyik menyeruput kopi di warung pinggir jalan bersama junior dan warga. Pemandangan ini membuktikan kesederhanaan yang melekat sejak awal kariernya masih berpangkat rendah.
Pangkat jenderal bintang dua di pundak sama sekali tidak mengubah tabiat sederhana Irjen Pol Putu Putera Sadana yang dipergoki awak media tengah bersantai mengenakan sandal jepit sambil menikmati secangkir kopi di warung sederhana persis di samping Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (20/10/2026) siang.
Suasana keakraban tanpa sekat tampak jelas di Warung Rudi yang terletak di Jalan Raden Patah 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejumlah perwira pertama terlihat duduk berbaur leluasa, membahas dinamika tugas kepolisian dalam suasana santai yang jauh dari kesan kaku birokrasi institusi penegak hukum.

“Ya, saya sudah hampir 15 tahun di sini nongkrong, warung kopinya si Rudi sampingnya Bareskrim ini, gedung Bareskrim sininya BUPR. Ya, kayak gini aja dari dulu. Jadi, enggak ada perubahan dan kopinya makin enak dan nikmat dan harganya affordable,” ujar Irjen Pol. Putu Putera Sadana saat disapa jurnalis 110news.com Budi Tanjung di lokasi, Selasa (20/10/2026) siang.
Di tengah kesibukan memegang jabatan strategis di Korps Bhayangkara, perwira tinggi pemegang berbagai penugasan internasional ini meyakini bahwa kedudukan tinggi hanyalah sebuah anugerah yang harus dijalani dengan tetap merangkul masyarakat.
“Siapa tinggi-tinggi, enggak ada itu titipan Allah. Artinya ini juga bagian dari wujud dari polisi bersama masyarakat jugalah berbaur. Absolutely, ya, tetap Wakabareskrim pun harus bersama masyarakat,” tambahnya dengan senyum ramah yang menjadi ciri khasnya.
Rekam jejak pengabdian Irjen Pol. Putu Putera Sadana di kepolisian terbentang luas sejak dia lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1995.
Lahir di Jakarta pada 27 Juli 1972 dan didampingi sang istri, Ny. Ira, perjalanan dinasnya dimulai pada 1996 di bagian Samapta Polres Buleleng sebelum kemudian melanglang buana memegang berbagai fungsi reserse dan struktural di berbagai daerah, mulai dari Bali, Papua, hingga Polda Metro Jaya.

Dalam lintasan kariernya, dia pernah mengemban sejumlah posisi penting seperti Kapolsek Kuta, Penyidik Pratama Bareskrim Polri pada 2004, Kanit II Bagresmob Robinops Bareskrim pada 2011, Kapolsek Metro Gambir pada 2013, hingga Kasatreskrim Polres Jakarta Barat pada 2014.
Perjalanan kepemimpinannya berlanjut saat dipercaya menjadi Kapolres Tabanan pada 2015, Wakapolres Metro Bekasi pada 2016, Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri pada 2018, hingga promosi sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua pada 2019.
Sebelum menduduki kursi Wakabareskrim Polri, perwira tinggi dengan gelar akademik lengkap ini juga sempat menjabat sebagai Kabidkum Polda Metro Jaya pada periode 2021 hingga 2023, serta mendapat penugasan di luar struktur organisasi sebagai Staf Khusus Ketua MPR RI di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia sejak Januari 2024.
Catatan menarik dalam perjalanan hidupnya turut mencakup kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Jauh sebelum Prabowo memimpin negeri ini, Putu pernah mendapat penugasan khusus dari Polri sebagai pengawal pribadi atau walpri saat Prabowo maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri pada Pilpres 2009, serta kembali bersilaturahmi di Hambalang, Bogor, menjelang Pemilu 2024.
Selain gemilang di bidang operasional dan struktural, perwira yang pernah mengemban tugas sebagai juru bicara Badan Narkotika Nasional (BNN) ini juga aktif mengikuti berbagai pendidikan internasional bergengsi seperti Hostage Negotiation di New Mexico, ILEA Bangkok, FBINAA Virginia, hingga Counter Child Sex Abused di Tokyo.
Atas dedikasinya yang panjang, dia dianugerahi berbagai tanda jasa terhormat, termasuk UN Medal, Dancon March, Satya Lencana Santi Dharma, serta Satya Lencana Kesetiaan delapan dan enam belas tahun. (*)