BENGKULU, 110 News – Tugas seorang anggota kepolisian kerap kali diidentikkan dengan ketegasan di jalanan, pengamanan ketat, serta penegakan hukum yang kaku. Namun, di balik seragam dinas dan wibawa institusi, tersimpan ikatan batin kekeluargaan yang erat antar sesama insan bhayangkara.
Nilai-nilai kemanusiaan inilah yang terpancar ketika Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid bersama Wakapolda Brigjen Pol. Prianto Teguh Nugroho bersilaturahmi penuh kehangatan ke kediaman salah seorang personel Polres Bengkulu Tengah yang tengah berjuang melawan sakit menahun.
Suasana di teras rumah sederhana itu langsung berubah cair begitu kedatangan orang nomor satu di jajaran Polda Bengkulu tersebut tiba.
Tidak ada jarak birokratis yang kaku. Yang terlihat justru obrolan akrab bagaikan seorang kakak yang menjenguk adiknya sendiri.
Sembari duduk bersanding di ruang tamu, Irjen Yudhi secara langsung memberikan suntikan moral dan motivasi agar sang prajurit tetap bersemangat menghadapi masa pemulihan.
Kehadiran tersebut bukan sekadar kunjungan formal, melainkan bentuk kepedulian moril agar sang anggota tidak merasa sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit penyembuhan.

Dalam kunjungannya, Irjen Yudhi berdialog secara personal dan memberikan sejumlah nasihat kesehatan dengan gaya bicara yang akrab dan sesekali diselingi canda tawa ringan untuk mencairkan suasana.
Yudhi menekankan pentingnya menjaga semangat hidup serta kedisiplinan dalam menjalani proses pemulihan kesehatan menjelang masa purnatugas. Pesan-pesan penyemangat ini disampaikan secara langsung agar sang anggota kembali termotivasi untuk sembuh.
“Di sini pengin menambah semangat bapak, gitu. Jadi bapak harus semangat, pensiun masih tambah 2 tahun lagi kan? Sebelum pensiun harus sehat. Caranya gimana? Mulutnya dijaga, jangan makan makanan yang enggak sehat. Ah, kali ini ibu cerewet harus didengar, yang lainnya enggak usah didengar,” ucap Irjen Yudhi dengan nada penuh kehangatan yang disambut senyum hangat keluarga.
Pesan tersebut menyiratkan perhatian mendalam tidak hanya kepada sang personel yang sedang sakit, tetapi juga melibatkan peran pendamping hidup di rumah untuk saling menjaga kesehatan.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Kapolda Bengkulu juga memastikan bahwa penanganan medis dan proses terapi bagi anggotanya berjalan dengan baik melalui koordinasi bersama jajaran kesehatan kepolisian. Dukungan moril ini diperkuat dengan instruksi langsung kepada jajaran terkait untuk memberikan perhatian maksimal terhadap proses penyembuhan sang personel.
“Ya, setelah saya jenguk, harus diterapi. Patri nanti masalah terapi ini kan harus diterapi semua, tolong dibantu ya, harus dibantu, kalau ini punya kendala hubungin ke Pak Kabiddokes ataupun Karumkit,” tegas Irjen Yudhi memberikan instruksi kepada jajaran pendamping yang turut hadir.
Kunjungan humanis ini ditutup dengan penyerahan tali asih sebagai wujud solidaritas dan kepedulian keluarga besar Polda Bengkulu.
Melalui momen penuh makna ini, tersampaikan pesan moral bahwa institusi kepolisian tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai rumah kedua yang senantiasa merangkul dan menguatkan setiap anggotanya di kala suka maupun duka. (*)