Yang sedang ramai dicari ๐Ÿ”ฅ

Kapolda Sumut Kerahkan 176 Personel Khusus untuk Bangun Benteng Pertahanan di Kaki Sinabung

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Kapolda Sumut Kerahkan 176 Personel Khusus untuk Bangun Benteng Pertahanan di Kaki Sinabung
Polri bersama tim gabungan siapkan benteng pertahanan sosial di Sinabung. (Foto: Istimewa)

JAKARTA โ€” Ancaman erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang kini berstatus Level III (Siaga), memicu respons cepat dari aparat kepolisian. Guna mengantisipasi dampak buruk peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, Polri bersama tim gabungan menebar jaring pengamanan dan pelayanan bagi warga di kawasan rawan bencana.

Langkah taktis itu menyusul aktivitas Gunung Sinabung yang kembali memuntahkan material vulkanik pada Senin (31/8/2026). Hasil pengamatan visual dan kegempaan menunjukkan kawah gunung terus mengeluarkan asap tebal hingga ketinggian 600 meter yang mengarah ke timur-tenggara, disertai tremor menerus serta belasan gempa embusan dan vulkanik dalam.

Sebagai upaya memitigasi risiko di lapangan, Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto mengerahkan sebanyak 176 personel khusus yang terdiri atas satuan Brimob, Samapta, hingga tim medis.

Kehadiran personel kepolisian ini menyokong kekuatan 550 personel gabungan dari unsur TNI dan Pemerintah Kabupaten Karo untuk memastikan sterilisasi wilayah berbahaya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan fokus utama penanganan saat ini bertumpu pada perlindungan jiwa dan kepatuhan masyarakat terhadap garis batas aman yang telah ditentukan.

โ€œUntuk menghindari jatuhnya korban luka dan jiwa, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengikuti setiap arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan, dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,โ€ ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Pihak otoritas menetapkan radius aman hingga 6 kilometer dari kawah, dengan perhatian khusus pada Desa Payung dan Desa Kuta Tengah yang berada di lintasan potensi awan panas. Kawasan wisata Lau Kawar serta area perkebunan warga di sekitar zona merah juga ditutup total guna mencegah warga maupun wisatawan nekat mendekati lokasi.

Selain pengawasan jalur bahaya, upaya mitigasi penanganan dampak abu vulkanik juga digencarkan melalui pembagian 15.000 masker, penyiraman jalanan, hingga penghentian sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak selama dua hari. Fasilitas dapur lapangan dan posko kesehatan juga didirikan di Posko Terpadu Kantor Koramil 04/Simpang Empat.

Trunoyudo juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menyaring informasi di tengah situasi tanggap darurat guna mencegah kepanikan massa akibat simpang siur berita bohong.

โ€œKami meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Jangan menyebarkan kabar yang dapat menimbulkan kepanikan. Ikuti arahan petugas dan segera bergerak menuju lokasi aman apabila terdapat perintah evakuasi,โ€ tegasnya.

Hingga saat ini, penanganan terpadu di Kabupaten Karo berjalan terkendali tanpa adanya laporan korban jiwa. Sementara pemantauan berkala bersama PVMBG dan BPBD terus dilakukan secara intensif. (*)