JAKARTA, 110 News — Polda Metro Jaya secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan dunia usaha untuk memperluas akses pelatihan keterampilan dan penyerapan tenaga kerja melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN).
Langkah nyata tersebut ditandai lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama PT Rumah Walet Indonesia dan PT Trigunapratama Abadi di Aula TMC Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan penandatanganan turut dihadiri perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta beserta unsur pemerintah daerah setempat.
Program POLIRAN dirancang terintegrasi mulai dari pendataan berbasis basis komunitas, pelatihan vokasi, hingga penyaluran langsung ke sektor industri.
Berdasarkan data BPS DKI Jakarta per Agustus 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jakarta mencatatkan angka 6,03 persen atau sekitar 328 ribu orang. Kolaborasi ini diarahkan langsung untuk memotong rantai hambatan akses lapangan kerja tersebut.
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menyampaikan bahwa POLIRAN merupakan manifestasi dari program prioritas Kapolri melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, yang diselaraskan dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“Sehingga kemudian dalam program Polisi Bersama Masyarakat, Bapak Kapolri menekankan adanya POLIRAN, Polisi Peduli Pengangguran,” ujar Dadang.
Dalam skema operasionalnya, jajaran kepolisian dari tingkat Polda, Polres, hingga satuan Bhabinkamtibmas di Polsek dikerahkan langsung ke pemukiman untuk memetakan pencari kerja. Pendataan mengelompokkan warga ke dalam dua kategori utama: kelompok yang siap kerja dan kelompok yang memerlukan pembekalan keahlian.
Warga yang belum memiliki keterampilan terpola akan disalurkan ke Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemda. Sedangkan warga yang telah mengantongi sertifikasi atau keterampilan khusus langsung dihubungkan dengan kebutuhan penyerapan tenaga kerja di PT Rumah Walet Indonesia dan PT Trigunapratama Abadi.
Selain membuka jalan masuk industri, Polda Metro Jaya mengawal proses ini hingga fase paska-penempatan. Guna mendukung pengawasan dan akses komunikasi, dipersiapkan jalur hotline khusus POLIRAN di nomor 08131301994.
Layanan ini difungsikan bagi warga terdata untuk memantau status seleksi, mengadukan kendala pelatihan, hingga menerima bantuan koordinasi teknis di tempat kerja baru.
Inisiatif proaktif ini disambut positif oleh masyarakat akar rumput. Ahmad Fauzan Ramadan, warga Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, mengakui efektivitas pendataan door-to-door yang dilakukan personel Bhabinkamtibmas.
“Ini sangat membantu masyarakat karena lebih mempermudah dan menjadi jembatan untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi, masyarakat yang ingin bekerja bisa lebih dipermudah,” ungkap Ahmad.
Respon senada diutarakan Ismawati, warga Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ia menilai keterlibatan kepolisian dan korporasi memberikan harapan baru bagi generasi muda di pemukiman padat.
“Harapan saya, program yang sekarang diadakan bisa dilanjutkan dan ditambah lagi perusahaan-perusahaan. Kalau bisa, yang terdekat dengan tempat tinggal kami,” kata Ismawati.
Melalui integrasi pendataan BPS, pembekalan BLK, serta komitmen penyerapan PT Rumah Walet Indonesia dan PT Trigunapratama Abadi, Program POLIRAN diproyeksikan menjadi model penanganan pengangguran perkotaan berbasis kemitraan keagamaan dan keamanan masyarakat.