Langkah Humanis, Polda Metro Jaya Luncurkan Program Bapak Asuh dan Sahabat Pelajar

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Langkah Humanis, Polda Metro Jaya Luncurkan Program Bapak Asuh dan Sahabat Pelajar
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Langkah humanis dan penuh kepedulian kembali ditunjukkan Polda Metro Jaya dalam menjaga masa depan generasi muda. Melalui terobosan yang berfokus pada pendekatan kasih sayang dan perlindungan, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri resmi menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar. Inisiatif yang diumumkan di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam menghadirkan rasa aman yang sesungguhnya di lingkungan sekolah.

Kepolisian tidak lagi hanya hadir saat masalah terjadi, melainkan berdiri sebagai garda terdepan yang merangkul dan mendampingi para siswa. Program inovatif ini merupakan kelanjutan Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang telah mengakar di berbagai sekolah sejak Maret lalu.

Dengan menempatkan personel polisi sebagai figur orang tua dan sahabat, Polda Metro Jaya berhasil meruntuhkan sekat canggung antara aparat kepolisian dan para pelajar.

Kehadiran jajaran Polda Metro Jaya di tengah-tengah sekolah memberikan ketenangan luar biasa bagi para orangtua dan tenaga pendidik. Polisi kini bertindak sebagai pendengar yang baik, tempat siswa mengadu saat menghadapi tekanan sebaya, ancaman perundungan, hingga bahaya tawuran dan pengaruh negatif media sosial. Pendekatan persuasif dan penuh empati ini membuktikan betapa progresifnya strategi pencegahan yang diusung oleh Polda Metro Jaya.

Dalam arahannya, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri menekankan pentingnya membangun fondasi mental anak-anak sejak dini.

“Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya,” kata Asep Edi Suheri.

Komitmen kepolisian dalam menjaga sinergi ini disambut hangat oleh seluruh elemen masyarakat. Dengan memahami dinamika psikologis remaja dan menjalin komunikasi intensif bersama guru serta orangtua, Polda Metro Jaya tidak hanya menjadi penegak hukum, tetapi juga benteng pelindung moral dan masa depan anak bangsa. (*)