Pesan Bijak Kapolri untuk Pramuka Persatuan Umat Islam

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Pesan Bijak Kapolri untuk Pramuka Persatuan Umat Islam
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026). (Foto: Istimewa)

SUKABUMI — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam ancaman kejahatan digital dan sosial seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga tawuran yang berpotensi merusak masa depan bangsa.

Kapolri menyampaikan pesan bijak itu saat menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Di hadapan ribuan peserta, Listyo mengatakan bonus demografi merupakan peluang emas yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah suatu negara. Keberhasilan memanfaatkan lonjakan usia produktif ini bergantung pada keberhasilan membentengi generasi muda dari pengaruh negatif media sosial dan kejahatan terorganisir.

“Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” ujar Kapolri.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu menilai Gerakan Pramuka memiliki peran sebagai wadah penggemblengan karakter, kedisiplinan, serta mentalitas pemuda dalam menghadapi ancaman modern. Melalui pendidikan kepramukaan, pemuda dibentuk untuk bersikap mandiri, bergotong-royong, serta tangguh menghadapi erosi moral.

Listyo juga membagikan pengalaman pribadinya yang telah aktif di organisasi Pramuka sejak tingkat Siaga hingga sekolah menengah atas. Pengalaman hidup itu membentuk keyakinannya bahwa Gerakan Pramuka merupakan sarana paling tepat untuk menyiapkannya sebagai bagian dari calon pemimpin masa depan.

“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” katanya.

Guna mendukung penguatan SDM anak bangsa, Polri berkontribusi aktif melalui penyediaan sarana pendidikan unggulan seperti SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang berisikan program-program pembentukan kepemimpinan. Langkah ini beriringan dengan kebijakan pemerintah yang membuka akses pendidikan luas melalui program Sekolah Rakyat, pendidikan jarak jauh, hingga beasiswa LPDP.

Selain membentengi diri dari pengaruh buruk teknologi, Kapolri juga mendorong anggota Pramuka untuk memanfaatkan akses informasi digital secara bijak dalam mengasah keterampilan. Pemuda diajak menjadi pelopor gerakan sosial masyarakat, termasuk aksi menjaga kelestarian lingkungan hidup dan penanggulangan bencana.

“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu harus saling menjaga, saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia akan menjadi maju,” tegas Kapolri.

Listyo menegaskan komitmen Polri untuk selalu membuka pintu kerja sama dan menjadi pendamping bagi tumbuh kembang generasi muda Indonesia.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesan Kapolri.

Acara Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 ini dihadiri 5.499 peserta yang terdiri dari 3.957 anggota Pramuka, perwakilan pelajar OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, serta pengurus dan keluarga besar PUI dari berbagai wilayah. (*)