Polda Kaltara Turun ke Jalan Edukasi Warga hingga Siagakan Armada Pemadam

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Polda Kaltara Turun ke Jalan Edukasi Warga hingga Siagakan Armada Pemadam
Polda Kaltara mencegah Karhutla dengan mengerahkan personel ke pemukiman warga. (Foto: Istimewa)

KALTARA – Personel Polda Kalimantan Utara (Kaltara) berada di barisan terdepan untuk memastikan kawasan hutan dan lahan di Kaltara bebas dari ancaman bencana kebakaran. Melalui Direktorat Samapta, aparat kepolisian bergerak aktif menyisir pemukiman warga hingga wilayah rawan api untuk memberikan edukasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Langkah proaktif itu menjadi bukti komitmen polisi dalam mengayomi masyarakat serta melindungi ekosistem lingkungan hidup dari bahaya asap.

Di tengah terik matahari Tanjung Selor, para petugas berseragam lengkap tidak hanya berpatroli menjaga keamanan, tetapi juga membagikan brosur panduan pencegahan serta membuka ruang dialog bersama warga lokal.

Polisi mengingatkan hal-hal yang sering terabaikan, seperti bahaya membuang puntung rokok sembarangan hingga risiko pembakaran lahan tanpa pengawasan.

Pendekatan humanis itu dirancang agar kehadiran polisi dapat memberikan rasa aman sekaligus menanamkan kesadaran hukum dan lingkungan di tengah masyarakat.

“Patroli dialogis untuk memberikan edukasi serta sosialisasi terkait bahaya karhutla terus kita galakkan dan gencarkan,” ujar Direktur Samapta Polda Kaltara Kombes Pol. Andreas Deddy Wijaya di Tanjung Selor.

Upaya yang dilakukan kepolisian ini menegaskan penanganan Karhutla tidak cukup dengan penegakan hukum di akhir kejadian, melainkan membutuhkan kehadiran polisi sejak dini untuk mencegah timbulnya titik api.

Melalui sosialisasi yang konsisten, aparat berupaya merangkul seluruh elemen warga agar memiliki pemahaman yang sama terkait pentingnya menjaga lingkungan bersama-sama.

“Brosur-brosur ini kita harapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami bahaya serta dampak yang ditimbulkan akibat karhutla,” tutur Andreas Deddy Wijaya.

Tidak hanya mengandalkan imbauan dan edukasi, jajaran Ditsamapta Polda Kaltara juga menyiapkan tindakan di lapangan apabila sewaktu-waktu terjadi darurat kebakaran. Pasukan khusus beserta armada pemadam dan peralatan pendukung disiagakan, khususnya untuk membackup wilayah rawan seperti Kabupaten Bulungan agar pergerakan api dapat segera diredam sebelum meluas.

“Kita siagakan 40 personel dan juga peralatan pemadaman serta mobil khusus pemadaman karhutla,” tegas Andreas Deddy Wijaya.

Kehadiran polisi yang sigap, baik dalam memberikan edukasi maupun dalam kesiapan operasional pemadaman, menjadi pilar menjaga stabilitas keamanan dan kelestarian alam di Kaltara.  (*)