Saat Selang Water Cannon Beralih Fungsi Jadi Penawar Dahaga Warga di Lampung

Ikuti saluran 110News.com di WhatsApp
Saat Selang Water Cannon Beralih Fungsi Jadi Penawar Dahaga Warga di Lampung
Di tengah kemarau panjang, Satuan Brimob Polda Lampung menyalurkan puluhan ribu liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan. (Foto: Istimewa)

LAMPUNG – Matahari meremukkan tanah retak di Jatimulyo saat raungan mesin tangki taktis mengoyak heningnya siang, membawa berkah yang telah bulanan dinantikan ratusan warga. Satuan Brimob Polda Lampung memutarbalikkan narasi mesin berat kepolisian dengan menggelontorkan 10.000 liter air bersih langsung ke pemukiman warga yang dilanda krisis air di Lampung Selatan dan Teluk Betung Barat, Kamis (3/9/2026).

Langkah itu bukan sekadar prosedur rutin, melainkan respons kemanusiaan atas ancaman krisis sosial yang mengintai di balik sengatan kemarau ekstrem. Ketiadaan air bersih kerap memicu konflik horizontal dan menurunkan kualitas hidup warga, sehingga kehadiran personel berseragam lengkap di pemukiman menjadi garansi keamanan sekaligus penawar dahaga.

Antrean rapi ratusan jeriken warna-warni menjadi saksi bagaimana simbol ketegangan bertransformasi menjadi ruang gotong-royong yang menyejukkan.

Komandan Satuan Brimob Polda Lampung Kombes Pol. Yustanto Mujiharso mengatakan perubahan fokus operasional ini menjadi bentuk pengabdian mendasar di saat masyarakat berada pada titik terendah.

“Kami menyadari bahwa air bersih merupakan kebutuhan vital yang saat ini sulit didapatkan warga akibat kemarau panjang. Satuan Brimob Polda Lampung akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan menyalurkan bantuan secara berkelanjutan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, sebagai bentuk bakti nyata kami kepada masyarakat,” tegasnya.

Hadirnya kepolisian di tengah krisis iklim ini membuktikan bahwa perlindungan masyarakat tidak hanya berdiri di atas penegakan hukum, tetapi juga hadir menjaga kelangsungan hidup dasar. Senyum warga yang membawa pulang air jernih menjadi tolok ukur suksesnya operasi kemanusiaan yang berlangsung maraton sejak pagi hingga sore hari tersebut.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun menggarisbawahi pentingnya aksi sosial ini sebagai jembatan emosional antara aparat dan warga di tengah dampak perubahan iklim global.

“Kami berharap dapat terus mempererat kedekatan emosional dengan masyarakat serta menjaga stabilitas sosial di tengah tantangan perubahan iklim,” ungkap Yuni. (*)