JAKARTA, 110 News – Masa purnatugas seringkali dianggap sebagai akhir dari sebuah perjalanan pengabdian bagi sebagian orang. Namun, bagi para insan Bhayangkara sejati, pengabdian kepada institusi dan sesama rekan sejawat tidak pernah mengenal kata pensiun.
Semangat melayani dan merawat ikatan kekeluargaan inilah yang terus menyala di dada Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. H. Bambang Hendarso Danuri.
Di usia yang menginjak 74 tahun, tokoh yang akrab disapa BHD ini mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk menghadirkan karya nyata yang langsung menyentuh kesejahteraan para purnawirawan beserta warakawuri.
Peresmian sarana pusat hidroterapi dan fasilitas kesehatan PP Polri menjadi tonggak sejarah baru yang membuktikan ketulusan hati BHD.
Di hadapan para sesepuh, jenderal purnawirawan, serta tamu undangan, BHD menegaskan seluruh fasilitas kesehatan yang dibangun murni untuk kemaslahatan bersama tanpa membebani sedikit pun finansial para senior.
Kepedulian sosial yang tinggi ini ditunjang pula oleh kerja sama strategis bersama Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menghadirkan tenaga medis profesional yang andal di bidangnya.
Komitmen moral tersebut ditegaskan oleh BHD saat meresmikan fasilitas kesehatan ini dengan penuh rasa takzim. Dia menekankan seluruh pelayanan medis yang disediakan murni didasari oleh niat ibadah dan rasa hormat yang mendalam kepada para pendahulu kepolisian.
“Dan setiap hari melayani ini, dan mohon maaf karena apa yang kami lakukan niatnya untuk ibadah, jadi tidak ada uang 1 rupiah pun dalam pelayanan kesehatan, tidak ada!” tegas BHD di hadapan para hadirin.
Kepedulian BHD tidak berhenti pada penyediaan layanan medis harian dan hidroterapi gratis saja. Dia bersama jajaran pengurus PP Polri turut memikirkan aspek penghormatan jangka panjang bagi para purnawirawan, termasuk upaya memperjuangkan dan memperluas area pemakaman di Cikeas.
Bagi BHD, para senior yang telah mendedikasikan puluhan tahun hidupnya untuk mengabdi kepada negara berhak mendapatkan tempat peristirahatan terakhir yang layak, terhormat, dan membanggakan keluarga yang ditinggalkan. Sentuhan empati yang mendalam ini mencerminkan karakter seorang pemimpin yang senantiasa mengenang jasa-jasa para pendahulunya dengan air mata ketulusan.
Melalui langkah nyata ini, BHD membuktikan bahwa ikatan batin di antara keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia tetap kokoh melintasi zaman.
Fasilitas hidroterapi dan layanan kesehatan gratis yang diresmikan bukan sekadar bangunan fisik semata, melainkan simbol abadi dari rasa hormat, cinta, dan pengabdian tanpa batas seorang pemimpin kepada para purnawirawan dan warakawuri yang menjadi akar kebanggaan institusi Polri. (*)