TANGERANG β Deru mesin kendaraan dan debu tipis membumbung di kawasan Jalan Raden Saleh, Karang Tengah, Kota Tangerang. Di tengah hiruk-pikuk arus lalu lintas pagi yang padat, keberadaan separator bertuliskan DPUPR mengisyaratkan adanya pengerjaan galian saluran air yang memakan sebagian badan jalan. Laju sepeda motor dan roda empat pun tersendat, menciptakan deretan antrean yang memicu kekhawatiran para pengguna jalan.
Melihat situasi yang kian mengunci, seorang warga tidak tinggal diam. Keberanian dan kepedulian masyarakat untuk menguji efektivitas saluran siaga bermula dari ketukan jari di layar ponsel, mengontak Call Center Polri 110. Laporan singkat mengenai kesemrawutan lalu lintas tersebut langsung ditangkap dan ditindaklanjuti secara presisi oleh jajaran Polsek Ciledug.
Tidak butuh waktu lama, rombongan personel berseragam rompi hijau menyala tampak tiba di lokasi. Salah seorang petugas kepolisian lalu lintas turun langsung ke tengah jalan, mengibaskan tangan dan memberikan instruksi tegas namun humanis kepada para pengendara.
Tampak seorang ibu berkacamata yang membonceng anaknya dengan sepeda motor pelan-pelan melintas dengan aman, menyusuri celah jalan yang telah ditata jalurnya oleh petugas.
βSetiap aduan warga yang masuk melalui kanal 110 adalah prioritas bagi kami untuk segera hadir di lapangan. Kehadiran anggota di Jalan Raden Saleh bukan sekadar mengatur jalan, tetapi juga memastikan interaksi langsung dan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di area proyek perbaikan,β ujar Kapolsek Ciledug.
Sentuhan pelayanan di lapangan itu membuktikan komunikasi dua arah antara publik dan kepolisian dapat berjalan efektif. Melalui respon cepat terhadap potensi kemacetan akibat proyek infrastruktur daerah, jalur Jalan Raden Saleh yang tadinya padat merayap perlahan kembali terurai dan bergerak normal. (*)