NAGEKEO - Polri tak biarkan masyarakat terdampak gempa sendirian dengan membangun Posko Terpadu untuk memastikan pelayanan kebutuhan dasar warga sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H. dalam keterangan, Selasa (25/8/2026).
"Ini sudah menjadi komitmen Polri untuk terus berada di tengah masyarakat, apalagi dalam situasi bencana, Polri tak akan biarkan masyarakat sendirian," kata AKBP Rachmat.
"Polri hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, memberikan pelayanan, sekaligus memberikan rasa aman selama proses pemulihan,” imbuh AKBP Rachmat.
Untuk memastikan pelayanan kebutuhan dasar warga terdampak gempa, Posko Terpadu dilengkapi dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan makanan, pelayanan kesehatan lapangan, trauma healing bagi warga dan anak-anak, water treatment untuk penyediaan air bersih, serta akses WiFi gratis.
Terkait trauma healing, AKBP Rachmat menyebut penanganan bencana bukan hanya soal kebutuhan makanan dan tempat tinggal.
"Selain memperhatikan kesehatan, kebutuhan air bersih, komunikasi, tentu kondisi psikologis masyarakat penting untuk dipulihkan. Makanya kami hadirkan trauma healing dalam satu posko terpadu,” ungkap Kapolres Nagekeo.
Lebih lanjut AKBP Rachmat berharap keberadaan Posko Terpadu dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan sekaligus berkoordinasi mengenai berbagai kebutuhan selama masa tanggap dan pemulihan pascabencana.
Agar layanan terhadap warga terdampak gempa maksimal, Polres Nagekeo berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan secara berkelanjutan.
“Prinsip kami adalah masyarakat menjadi prioritas. Selama masih ada warga yang membutuhkan bantuan, kami akan terus hadir dan memberikan pelayanan semaksimal mungkin,” tegas AKBP Rachmat.
